,

Selain Standar Nasional, Jalan Bireuen–Takengon Dipasang Gadril

BIREUEN – Peningkatan jalan lintas nasional Bireuen-Takengon terus dikerjakan. Di beberapa lokasi yang rawan kecelakaan juga akan dipasangi gadril, pagar pengamanan di sisi jalan.

Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi urusan infrastruktur dan perhubungan, H Firmandez, Minggu, 14 Januari 2018 mengungkapkan, saat Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi V DPR RI ke Bener Meriah dan Bireuen pada Jumat, 12 Januari 2018, pihaknya sudah meninjau berberapa ruas jalan nasional di dua daerah bertetangga tersebut.

“Jalan lintas nasional Bireuen – Takengon di beberapa ruas terus ditingkatkan pembangunannya. Jalan sepanjang 103 kilometer itu sekitar 31 kilometer belum standar nasional. Tahun ini 10 kilometer ditingkatkan ke standar nasional. Sisanya 20 kilometer lagi direncanakan pada tahun 2019, hingga semua ruas jalan tersebut sudah standar nasional,” jelas H Firmandez.

Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh ini melanjutkan, pembangunan jalan lintas nasional Bireuen-Takengon tersebut saat ini sudah masuk tahap lelang.

“Sejalan dengan itu, di daerah-daerah rawan kecelakaan, terutama di tikungan dan jalan menurun, kita minta kepada kementrian melalui Dirjen terkait untuk memasang gadril atau pagar baja pengaman di sisi jalan,” lanjut H Firmandez.

Selain itu kata anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini, berbagai aspirasi dan masukan yang diterima pihaknya saat Kunker Spesifik ke Bener Meriah dan Bireuen dua hari lalu, akan dibicarakan lebih lanjut di Jakarta dengan pihak-pihak terkait di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kita berharap tahun depan ada tambahan anggaran untuk Aceh secara umum, dan wilayah tengah Aceh secara khusus. Bagaimana pun kita akan terus mengupayakan agar infrastruktur perhubungan ke dataran tinggi Gayo itu lebih baik, agar bisa menopang peningkatan ekonomi masyarakat di sana,” harap H Firmandez.

Tim dari Komisi V yang melakukan Kunker Spesifik ke Bener Meriah dan Bireuen terdiri dari : H Firmandez (Golkar), Sigit Susiantomo (PKS), Rendy M Affandy Lamadjibo (PDI-P), Saniatul Lativa (Partai Golkar), Daniel Mutaqien Syafiuddin (Partai Golkar), Ade Rezki Pratama (Gerindra), Subarna (Gerindra), Hartanto Edhie Wibowo (Partai Demokrat), Rooslynda Marpaung (Partai Demokrat), Nurhayati (PPP), dan Lalu Gede Syamsul Mujahidin (Hanura). [HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *