,

Sektor Pertanian Masih Jadi Primadona Aceh

BIREUEN – Sektor pertanian memiliki kontribusi terbesar dalam struktur perekonomian Aceh. Dengan rata-rata peningkatan sebesar 3,11 persen. Dari 25,42 persen tahun 2012 menjadi 29,41 persen tahun 2016, membuktikan bahwa sektor rill ini menjadi pemberi daya ungkit yang besar dalam menyokong perekonomian Aceh.

Hal itu disampaikan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf saat panen raya jagung hibrida di Gampong Cot Meugoe, Jeumpa, Bireuen, Minggu, 18 Maret 2018. Panen raya jagung dari lahan seluas 1.245 H menghasilkan produksi rata-rata 5 ton perhektar.

“Produksi padi dan jagung terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Kita berharap capaian ini bisa terus ditingkatkan, sehingga upaya kita menjadikan Aceh sebagai lumbung pangan nasional, dapat terwujud,” harapnya.

Irwandi merincikan, dalam satu hektar lahan akan menghasilkan jagung sebanyak 5-7 ton. Dengan harga jual sebesar Rp3000 per kilogram, maka petani dapat memperoleh hasil sebesar Rp15 juta hingga Rp21 juta per hektar. Melihat tingginya potensi komoditas jagung, Gubernur pun menghimbau masyarakat untuk bertanam jagung. Namun untuk lahan hamparan datar, ia tetap menyarankan masyarakat untuk menanam padi.

“Hari ini dengan suka cita dan rasa bangga atas kemandirian masyarakat, saya menghadiri undangan masyarakat untuk melakukan panen raya jagung secara serentak, mulai dari Gampong Cot Meugoe dan beberapa gampong di sekitarnya, dengan luas lahan mencapai 1.245 Hektar,” lanjutnya.[rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *