,

Sekolah di Aceh Selatan Terapkan Ujian Berbasis Android

TAPAKTUAN – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Aceh Selatan di Gampong Simpang Tiga, Kecamatan Sawang, mulai menerapkan ujian semester berbasis smartphone (Hp) Android terhadap para siswanya.

Inovasi terbaru ini, merupakan yang pertama di implementasikan dijajaran Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Selatan. Sedangkan ditingkat Kemenag Provinsi Aceh, hanya baru dua sekolah yang telah menerapkan program ini, MAN 3 Aceh Selatan dan MAN 1 Takengon, Aceh Tengah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Selatan, H. Ikhbal mengatakan, ujian berbasis aplikasi Android tersebut telah diikuti oleh para siswa di MAN 3 dalam ujian semester tahun 2018 yang berlangsung sejak tanggal 3 – 10 Desember mendatang.

“Alhamdulillah, program ini telah kami terapkan dalam ujian semester yang saat ini sedang berlangsung di MAN 3 yang diikuti sebanyak 167 siswa dari kelas X IPA/IPS sampai kelas XII IPA/IPS,” kata H. Ikhbal kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu, 5 Desember 2018.

Ia menyebutkan, pelaksanaan ujian berbasis Android memiliki cukup banyak keuntungan. Karena semua guru bisa menjadi operator, file soal tersimpan di google drive/gratis 15 GB, butir soal dan butir jawaban teracak dan nilai siswa serta analisis butir soal langsung masuk ke google drive guru masing-masing.

Selain itu, sekolah pun tidak perlu menyediakan server khusus, bisa menghemat kertas atau tidak perlu mengeluarkan biaya foto copy dan tidak butuh operator khusus.

“Yang lebih bermanfaat lagi, para siswa akan terbiasa melaksanakan ujian berbasis online, benar-benar mengandalkan kecerdasan siswa karena nilai ujian langsung keluar dan ujian yang diikuti siswa terkesan santai dan rileks karena para siswa seperti main game menyelesaikan ujiannya,” papar Ikhbal.

Pihaknya, lanjut Ikhbal, memberi apresiasi luar biasa terhadap Kepala MAN 3 beserta dewan guru yang selama ini telah bekerja keras mempersiapkan program yang baru dicetuskan oleh Kementerian Agama tersebut, sehingga inovasi baru itu telah bisa diimplementasikan di sekolah dimaksud.

Ia berharap, kesuksesan MAN 3 tersebut dapat dicontoh oleh sekolah-sekolah lainnya dijajaran Kementerian Agama Aceh Selatan bahkan juga sekolah lainnya di Provinsi Aceh.

“Inovasi baru ini memang sudah sepatutnya di implementasikan oleh seluruh sekolah, mengikuti perkembangan kemajuan Tekhnologi Informasi sekarang ini. Kami patut berbangga karena salah satu sekolah kami lebih maju selangkah dalam memanfaatkan teknologi informasi tersebut untuk melatih kemampuan siswa,” ungkap Ikhbal dengan rawut wajah gembira.

Kepala MAN 3 Aceh Selatan, Zulkarnaini S.Pd menambahkan, untuk menyukseskan pelaksanaan ujian semester berbasis Android tersebut pihak sekolah menyediakan berbagai macam fasilitas, untuk mengantisipasi para siswa miskin yang orang tuanya tidak mampu menyediakan handphone Android gagal mengikuti ujian.

“Bagi siswa yang tidak memiliki Hp Android, kami sediakan perangkat notebook dan laptop serta komputer di ruang laboratorium yang sudah terkoneksi internet. Demikian juga bagi siswa yang memiliki Hp Android namun tidak memiliki paket data, juga kami sediakan Hotspot dan wifi,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Zulkarnaini, tidak ada dasar pihak manapun menuding pihak sekolah memperberat para siswa dan orang tua karena telah menerapkan program baru ini.

Pelaksanaan ujian semester berbasis Android hari ketiga, Rabu, 5 Desember 2018 di MAN 3 ditinjau langsung oleh tim monitoring dan evaluasi (Monev) bentukan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Aceh. Tim yang turun terdiri dari Jamaluddin, Bulqia, Mashadi dan Dedi Jufrizal.

Mashadi, salah seorang tim monev yang dimintai tanggapannya menyatakan bahwa, berdasarkan hasil pantauan menyeluruh pelaksanaan ujian berbasis Android di MAN 3 berlangsung lancar dan sukses. Meskipun sebelumnya sempat ada kendala karena tidak semua siswa membawa Hp Android, tapi hal itu mampu diatasi pihak sekolah dengan menyediakan perangkat notebook, laptop dan komputer di ruang Laboratorium.

“Tidak ada kendala yang signifikan, bisa dikatakan berlangsung lancar dan sukses lah. Hambatan-hambatan kecil bisa diatasi dengan cepat oleh pihak sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah madrasah dijajaran Kemenag ke depannya 100 persen akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Karena itu, untuk menghasilkan nilai ujian yang memuaskan dipandang perlu untuk melatih para siswa sejak dini.

Saat ditanya kenapa baru sedikit sekolah madrasah yang menerapkan aplikasi ini? Mashadi menjelaskan bahwa beberapa waktu lalu Kemenag Aceh telah menggelar workshop penggunaan aplikasi ujian semester siswa berbasis Android. Nah, kegiatan yang diikuti oleh sejumlah guru madrasah se-Aceh ini, ternyata tidak seluruh guru mampu menerapkannya di sekolah masing-masing.

“Kami mengapresiasi dewan guru yang dikirim oleh MAN 3 Aceh Selatan yakni pak Azhar S.Pd. Beliau benar-benar menyimak dan menyerap seluruh materi yang disampaikan pemateri sehingga mampu mengaplikasikannya saat telah kembali ke sekolah,” pungkas Mashadi.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *