Satu Keluarga Asal Nias Masuk Islam di Aceh Selatan

0
69

TAPAKTUAN – Satu keluarga dari Nias, Provinsi Sumatera Utara berjumlah sebanyak 9 orang, yang sebelumnya beragama Kristen Katolik memilih memeluk agama Islam di Kabupaten Aceh Selatan.

Proses pensyahadatan berlangsung di Masjid Jamik Buket Gadeng, Kecamatan Kota Bahagia, Aceh Selatan, Rabu, 6 Februari 2019. Pensyahadatan ikut disaksikan Wakil Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran, Pimpinan Pesantren Hidayatul Anam Buket Gadeng, Abi Khairuddin, para Kepala SKPK, Camat dan pejabat Muspika Kota Bahagia dan para Imam Mukim serta Keuchik.

Setelah selesai proses pensyahadatan nama mereka langsung di ubah ke nama bernuansa Islam. Eli Zama Gulo (52) setelah masuk islam menjadi Muhammad Ali. Suriani Halawa (39) menjadi Siti Hawa. Alius Gulo (11) menjadi Muhammad Yunus.
Selanjutnya, Herman Gulo (16) menjadi Harmaini. Sardilla Gulo (14) menjadi Syarifah, Desmael Gulo (13) menjadi Darmi, Berkat Gulo (10) menjadi Burhanuddin, Regina Rina Gulo (8) menjadi Rafi’ah dan Susinaria Gulo (6) menjadi Safirah.

Wakil Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran dalam sambutannya mengatakan setelah dilakukan pensyahadatan diharapkan kepada seluruh keluarga mualaf tersebut untuk betul-betul memperdalam pengetahuan ilmu Islam.

Kepada masyarakat luas, Tgk. Amran meminta agar dapat menerima keluarga mualaf ini serta memperlakukan layaknya keluarga sendiri, baik dalam pergaulan dalam masyarakat sehari-hari maupun dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan.

“Dengan peristiwa bersejarah hari ini di Kecamatan Kota Bahagia, mari kita jadikan moment dalam peningkatan jati diri kita sebagai umat Islam dan meningkatkan amal ibadah sebagai contoh untuk warga mualaf ini. Sekarang mereka saudara seiman kita yang harus selalu kita bimbing dan bantu agar mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang layak,” harapnya.

Menjawab pertanyaan dari Tgk Amran apakah dalam memeluk agama Islam ini ada paksaan dari pihak tertentu?”, kepala keluarga mu’alaf yang bernama M. Ali menjawab “Kami sekeluarga memang sudah lama ingin menjadi muslim dengan memeluk agama Islam.”
Pemkab Aceh Selatan, kata Wabup, akan membantu biaya pembinaan dan biaya hidup melalui Baitul Mal setiap bulannya selama setahun untuk warga mualaf ini, sedangkan administrasi kependudukan para mualaf ini akan segera dikoordinasikan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Aceh Selatan.[HM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here