,

Satpol PP/WH Aceh Timur Hadang FPI Masuk Masjid

IDI – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP/WH) Aceh Timur menghadang dan menutup pintu pagar masjid Agung Darussalihin Idi Rayeuk Aceh Timur. Mereka melarang masuk pengurus Fron Pembela Islam (FPI) dari beberapa Kabupaten/ Kota yang hendak melaksanakan Pelantikan DPD dan DPC FPI Aceh Timur, Kamis, 28 April 2016 sekitar pukul 14:00 WIB.

Akhirnya Ketua FPI Aceh Tgk. Muslem At-Thahiry, MA melakukan pengukuhan dan pelantikan DPD dan DPC FPI Aceh Timur di pinggir jalan negara persisnya di pintu gerbang masuk Masjid Agung Darussalihin Idi Rayeuk Aceh Timur. Pelantikan dilakukan diatas mobil double kabin, yang disaksikan masyarakat Aceh Timur yang melintas di kawasan tersebut.

Tgk Muslem dalam amanatnya pada acara pelantikan tersebut, dengan menggunakan pengeras suara mengatakan, pihak Satpol PP Aceh Timur tidak berhak melarang Ormas FPI masuk ke lokasi dan melakukan kegiatan kemuslihatan umat di lokasi masjid.

“Ini kejadian pertama di Indonesia, dimana saat kami dari FPI selaku muslim hendak masuk ke areal masjid dilarang, padahal masjid adalah tempat umum bagi umat Islam untuk melaksanakan kegiatan kemuslihatan umat,“ tegas Tgk Muslim At-Thahiri.

Ia menambahkan, FPI bukanlah ormas yang dilarang oleh Pemerintah Indonesia, “ FPI bukan teroris, FPI bukan ISIS, FPI merupakan salah satu Ormas Islam yang punya legalitas ditingkat pusat. Jadi kami selaku Ormas Islam menilai ini kejadian aneh yang pertama terjadi di Indonesia, ketika kami selaku umat Islam berhak untuk memasuki masjid agung yang merupakan rumah Allah, bukan milik pribadi seseorang atau milik pemerintah,” tegasnya.

Tgk Muslem mengecam keras atas tindakan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Satpol PP/ WH. ”Wahai saudaraku Satpol PP/ WH, yang seiman dan seagama, jangan takut hilang jabatan, bukalah pintu masjid ini dan biarkan kami masuk kerumah Allah, jangan halangi kami, Allahuakbar…Allahhuakbar..” teriak Tgk Muslem, seraya disahut oleh pengurus dan massa FPI lainya.

Meski Ketua FPI Aceh Tgk Muslem At-Thahiry dengan menggunakan pengeras suara meminta Satpol PP/ WH Aceh Timur, membuka pintu gerbang masjid, namun pihak ` tidak menggubrisnya, akhirnya setelah menggelar pelantikan di pinggir jalan negara para pengurus FPI bubar dan kembali ke daerah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Satpol PP/ WH Aceh Timur, dalam pertemuan wawancara dengan Ketua FPI Aceh Timur Tgk Nazaruddin, di tangga masjid agung usai salat dhuhur, mengatakan pihaknya menjalankan perintah atasan atau pimpinan untuk melarang FPI melakukan pelantikan di lokasi Masjid Agung Darussalihin.

“Selain Perintah Bupati, selaku pimpinan kami, pihak pengurus Masjid Agung Darussalihin juga meminta kami melalui surat untuk melarang FPI menggelar pelantikan di lokasi masjid Agung, “ kata Kepala Satpol PP Aceh Timur Adlinsyah kepada wartawan.

Adlinsyah dalam pertemuan dengan Ketua FPI Aceh Timur itu menegaskan, bahwa FPI juga tidak mempunyai izin untuk melakukan pelantikan di dalam masjid atau lokasi masjid. “Ini merupakan perintah khusus pimpinan kami, tidak satu ormas pun melakukan pelantikan di dalam lokasi masjid,“ demikian kata Adlinsyah.[IS]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *