,

Santri Harus Dibekali Keterampilan dan Wawasan

BLANGKEJEREN – Para santri diharapkan memiliki keterampilan dan wawasan yang luas sehingga bisa mandiri usai pendidikan di dayah.

Hal itu disampaikan Bupati Gayo Lues, H Ibnu Hasyim saat menerima perwakilan santri/santriwati konsulat Aceh Tenggara-Gayo Lues dari Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan pada pembukaan pagelaran kreativitas santri di Bale Musara Blangkejeren, Selasa, 3 Januari 2017.

“Anak didik kita harus mendapatkan wawasan yang cukup dan memiliki keterampilan, sehingga setelah menyelesaikan pendidikan tidak semuanya bercita-cita menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) melainkan bisa membuka usaha,” katanya.

Ibnu Hasim juga mempromosikan kepada santri bahwa di Gayo Lues sudah ada Kampus Unsyiah, bila nantinya siswa dan siswi sudah menyelesaikan pendidikan sudah bisa masuk keperguruan tinggi yang memiliki babebrapa bidang studi.

Sementara Soleh S Pd salah satu perwakilan wali murid mengucapkan terimakasih kepada pimpinan dan pengurus pesantren yang telah mendidik anak Gayo Lues dan Aceh Tenggara di Medan, sehingga bermacam ilmu pengetahuan yang diajarkan bisa menjadi jalan terang menuju Gayo Lues yang maju dan berpendidikan.

“Kami sangat bangga melihat persiapan-persiapan yang akan ditampilkan dalam acara ini, karena saat melihat perlombaan pidato bahasa Ingris dan bahasa Arab saja, kami sangat terharu, apa lagi ditambah bermacam tari kreasi dan latihan silatnya,” katanya.

Usai pembukaan acara tersebut, bernagai aksi ditampilkan santri dan santri wati Psantren Ar-Raudlatul Hasanah, Medan termasuk tari Bines yang merupakan tarian asli dari Gayo Lues. [Win Porang]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *