,

Santri Darul Ihsan Labuhanhaji Tewas Terseret Arus

LABUHANHAJI – Safran (16), seorang santri Pondok Pesantren Darul Ihsan, Desa Pawoh, Kecamatan Labuhanhaji, Aceh Selatan yang hilang terseret arus laut ditemukan sudah tak lagi bernyawa. Jasadnya ditemukan terapung berjarak sekitar 4 kilometer dari bibir pantai, Jumat, 2 Desember 2016 sekitar pukul 09.10 WIB.

Musibah itu terjadi saat Safran sedang mandi-mandi di pinggir laut di belakang pondok pesantren tersebut pada Rabu, 30 November 2016 sekitar pukul 15.20 WIB. Korban baru berhasil ditemukan setelah dilakukan proses pencarian selama dua hari dua malam oleh tim gabungan dari Satgas SAR, Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) dan pihak Polres Aceh Selatan dengan dibantu sejumlah nelayan setempat.

“Korban pertama kali ditemukan oleh nelayan yang sedang melaut. Saat melintasi bagan apung di sekitar perairan laut Kecamatan Labuhanhaji yang berjarak 4 kilometer dari bibir pantai, salah seorang nelayan merasa curiga ketika melihat seperti ada tubuh manusia yang tersangkut jaring bagan apung, setelah di cek ternyata benar orang tersebut adalah santri yang hanyut terseret arus beberapa hari lalu,” kata Kepala BPBK Aceh Selatan, Erwiandi saat dihubungi wartawan dari Tapaktuan, Jumat, 2 Desember 2016.

Penemuan tersebut, lanjut Erwiandi, langsung dilaporkan kepada tim pencari yang saat itu memang sedang melakukan proses pencarian di sekitar perairan laut Labuhanhaji menggunakan tiga rubber boat milik BPBK, Satgas SAR dan milik Polres Aceh Selatan serta dibantu dua unit boat nelayan setempat yang di usahakan oleh Kapala Desa Pawoh dan Camat Labuhanhaji.

Erwiandi menyatakan, berdasarkan hasil rapat antara pihak Muspika Labuhanhaji dengan pimpinan Pondok Pesantren Darul Ihsan, Abuya H Amran Waly telah memutuskan bahwa jasad santri yang telah ditemukan meninggal dunia tersebut tidak lagi disemayamkan di Pondok Pesantren dimaksud melainkan langsung dievakuasi ke rumah duka di Kecamatan Tangan-tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

“Langkah ini diambil karena kondisi jenazah telah dua hari tenggelam di laut sehingga diperkirakan jasadnya sudah mulai mengembung. Untuk mempercepat proses penguburan korban, maka diputuskan korban segera di evakuasi ke rumahnya, apalagi hari ini merupakan hari Jumat,” kata Erwiandi.

Kejadian naas yang merenggut nyawa salah seorang santri Pondok Pesantren Darul Ihsan, Desa Pawoh, Kecamatan Labuhanhaji pimpinan Abuya H Amran Waly tersebut bermula dari keputusan para santri bersama masyarakat setempat yang diperkirakan berjumlah puluhan orang mandi-mandi laut, pada Rabu, 30 November 2016 yang lazimnya disebut sebagai “Rabu habeh”.

Saat sedang mandi-mandi itulah, secara tiba-tiba datang gelombang besar yang menghempas seluruh santri dan masyarakat yang sedang mandi laut. Dari puluhan santri dan masyarakat yang dihempas gelombang, empat orang santri masing-masing bernama Safran, Reza, Hasyimi dan Bachtiar sempat terseret arus ke tengah-tengah laut. Beruntung tiga santri diantaranya berhasil di selamatkan oleh nelayan setempat yang langsung menuju ke lokasi setelah menerima laporan warga.

“Setelah tiga santri berhasil dievakuasi ke daratan, ternyata satu orang lagi bernama Safran tidak berhasil ditemukan saat itu. Setelah dicek ternyata yang bersangkutan telah hilang tenggelam ke dasar laut. Sehingga saat itu juga langsung dilakukan proses pencarian terhadap korban hingga dia baru berhasil ditemukan pada Jumat 2 Desember 2016 dalam kondisi telah meninggal dunia,” kata Camat Labuhanhaji, Rahmatuddin.

Menurutnya, dari tiga santri yang berhasil diselamatkan satu diantaranya bernama Hasyimi terpaksa harus di rawat di Klinik dokter Yensuari, Kecamatan Labuhanhaji karena kondisinya sudah sangat lemas.

“Diperkirakan jika tidak cepat sampai pertolongan yang bersangkutan juga akan hilang tenggelam ke dasar laut. Sedangkan dua orang santri lainnya setelah diperiksa oleh tim medis, pada hari itu juga di izinkan kembali ke rumahnya masing-masing,” tandas Rahmatuddin.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *