,

Rumah Tergerus Abrasi, Warga Porang Mengungsi

BLANGKEJEREN – Salihin Aman Irul warga desa Porang, Blangkejeren, Gayo Lues terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya, setelah sebagian lantai rumahnya ambruk diterjang abrasi. Beberapa rumah tetangganya juga terancam amblas ke sungai Porang.

“Rumah kami sudah kami bongkar setelah shalat Aidul Fitri, karna jika tetap dibiarkan, kami khawatir semua bangunan ambruk ke jurang sehingga kayunya tidak bisa dipakai lagi,” kata Irul anak yang paling tua dari Salihin, Jumat, 7 Juli 2017.

Rumah yang telah dibongkar Salihin tidak bisa didirikan lagi akibat membutuhkan biaya yang sangat banyak, selain harus menyiapkan ongkos tukang, uang membeli semen, pasir, paku, dan kekurangan alat-alat lainya, tapak rumah yang akan didirikan bangunan baru juga masih membutuhkan perbaikan di dekat jembatan atas desa Porang.

“Terakhir kami tidur di rumah itu pas malam takbiran, siap shalat Idul Fitri besoknya langsung dibongkar, kami tidak berani lagi menghuni rumah itu, lantainya sudah retak-retak, dan saat tanah tapak rumah jatuh ke jurang, suaranya juga sangat keras, hal itulah yang memaksa kami membongkarnya,” ungkapnya.

Rumah Samsudin yang ada di samping kanan rumah Aman Irul juga terancam ambruk, di situ lubang yang dikeruk air sudah mencapi dua meter, dan saat ini rumah itu masih aman lantaran ada akar batang kelapa yang sudah ditebang warga beberapa tahun lalu.

Irul dan tetangganya berharap, Pemerintah Daerah segera mengatasi permasalah itu sebelum banyak warga yang harus membongkar rumah dan mengungsi kerumah warga lainya.

“Saya berharap agar pemerintah daerah bisa membantu biaya pembuatan rumah yang telah dibongkar ini, karena meskipun sebelumnya sudah ada yang datang dari Pemda mengukur-ukur tanah yang amblas ini, namun hingga sekarang belum ada realisasinya hingga terpaksa kami bongkar,” pinta Irul.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Gayo Lues, Zakaria mengatakan, pihaknya akan mengecek lokasi tapak rumah yang dikeruk air itu hingga menyebabkan warga mengungsi, bila memungkinkan, BPBD akan menurunkan alat berat atau membangun saluran air (parit) supaya abrasi tidak melebar.

“Untuk sungainya kalau tidak salah sudah dianggarkan Pemkab Gayo Lues di Dinas Pekerjaan Umum yang kini prosesnya dalam tahapan tender, namun meski begitu kami akan konfirmasi dulu dengan dinas PU, kalau memang ada bagaimana solusinya, dan kalau belum bagaimana solusinya,” jelas Zakaria.[Win Porang]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *