,

Rumah Mantan Ketua Panwaslu Dilempari Bom Molotov

BLANGKEJEREN – Rumah mantan Ketua Pengawas Pemilu (Panwaslu) Gayo Lues, Said Mukhtar dilempari bom Molotov oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Sebelumnya rumah Sidah Aman tetangga Said Mukhtar juga dilempari bom sejenis.

Kapolres Gayo Lues AKBP Bhakti Ery Nurmansyah melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendy Oktama, Jumat, 19 Mei 2017 mengungkapkan, pembakaran dengan cara pelemparan bom molotov itu terjadi pada Jumat dini hari pukul 03:30 WIB.

“Sebelum pelemparan bom molotov kali ini, tanggal 15 Mei 2017 kemarin juga sudah ada pelemparan bom molotov di rumah Sidah Aman Laut tetangga Said Mukhtar, tapi baru tadi pagi pukul 08:00 WIB dilaporkan oleh Said Mukhtar ke pihak kepolisian, dan kami langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” katanya.

Dalam laporan mantan Ketua Panwaslu Gayo Lues dan pendukung salah satu kandidat itu, dirinya sangat resah dengan kejadian tersebut, sebab pelemparan bom molotov ke dalam rumah bisa menyebabkan kebakaran dan bisa merugikan banyak orang, sehingga Said Mukhtar meminta agar pihak polisi segera mengugusut dan menangkap pelakunya.

Dari hasil penyelidikan pihak polisi, bom molotov yang dilempar ke rumah Said Mukhtar berupa botol diisi dengan minyak tanah, belerang, karet ban yang telah dicincang, sekam kayu dan sumbu.

“Ada dua botol yang dilempar, satu belum pecah, dan satu lagi sudah pecah dan sudah mengeluarkan api yang besar, beruntung Sidah terbangun dan memadamkanya bersama warga lainya,” katanya.

Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa orang saksi, akhirnya diketahui bahwa ada salah seorang warga Kutelintang yang membuat barang seperti itu. Polisipun langsung menuju kerumah orang yang diduga membuat bom molotov tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, akhirnya polisi mengamankan M Rida Aman Hamidah (40) warga Kutelintang, Kecamatan Blangkejeren. Di dalam rumahnya ditemukan enam unit bom molotov. “Berdasarkan keterangan keluarga, M Rida aman Hamidah mengalami ganguan jiwa, ia sudah pernah direhabitasi di Rumah Sakit Jiwa, Banda Aceh,” jelasnya.

Untuk itu, langkah yang akan diambil pihak kepolisian selanjutnya adalah mengambil keterangan saksi, keterangan keluarga pelaku, berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehtan terkait penaganan kesehatan jiwa pelaku, serta meminta dukungan dari kepala desa dan masyarakat untuk kembali merehabilitasi pelaku di rumah sakit jiwa.[Win Porang]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *