,

RTRW Aceh Selatan Harus Akomodir KEL

TAPAKTUAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRK Aceh Selatan diminta memprioritaskan perhatiannya terhadap Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dalam penyusunan Qanun Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang pembahasannya direncanakan akan dimulai usai Lebaran Idul Fitri tahun 2016 ini.

Sebab, wilayah Kabupaten Aceh Selatan memiliki karakteristik alam secara spesifik yang beragam dibandingkan daerah lain, yakni disamping berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) juga masuk ke dalam kawasan Ekosistem Leuser (KEL) serta memiliki kawasan Suaka Marga Satwa Rawa Trumon dan koridor lintasan Gajah di Desa Naca, Kecamatan Trumon.

Aceh Selatan juga termasuk daerah yang sangat rentan terjadi bencana alam. Hal itu terlihat dari data yang dirilis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Aceh yang mencatat bahwa dalam kurun waktu tahun 2015 saja telah terjadi sebanyak 34 kali banjir, 4 kali kebakaran, 7 kali angin topan serta 4 kali tanah longsor.

Penegasan itu merupakan kesimpulan akhir yang terangkum dalam diskusi publik yang digelar LSM Yayasan Gampong Hutan Lestari (YGHL) dan Insosdes dengan tema “peran strategis kawasan ekosistem leuser dalam RTRW Aceh Selatan” di Cafe M Zass Gunung Kerambil, Tapaktuan, Rabu, 29 Juni 2016.

Diskusi ini di ikuti sejumlah aktivis LSM lingkungan di Aceh Selatan yakni antara lain, Ketua LSM Rimung Lam Kalut Bestari Raden, Ketua LSM Libas Mayfendri, Ketua LSM YGHL Sarbunis, Ketua LSM Insosdes Irwandi M Pante, Yuna Zulfikar, T Sukandi dan lainnya.

Ketua LSM YGHL, Sarbunis mengatakan, tujuan pihaknya menggelar diskusi publik tersebut adalah untuk mendorong eksekutif dan legislatif supaya segera mengesahkan Qanun RTRW sebagai pedoman perencanaan pembangunan daerah, meningkatkan pemahaman masyarakat dan partisifasi masyarakat dalam proses penyusunan dokumen RTRW, menghimpun aspirasi masyarakat mengenai isu-isu lingkungan hidup dan persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat dan memberikan masukan kepada pihak eksekutif dan legislatif mengenai dampak sosial dan lingkungan hidup dari dokumen RTRW dimaksud.

Disamping itu, kata Sarbunis, juga untuk memastikan isu kawasan ekosistem leuser (KEL), suaka marga satwa dan peningkatan status koridor naca menjadi Taman Hutan Rakyat (Tahura) benar-benar masuk dalam Qanun RTRW, memastikan integrasi konsep mitigasi bencana menjadi isu strategis dalam mewujudkan infrastruktur yang responsive bencana serta memastikan ruang partisipasi publik yang konkrit dalam hal pengendalian, monitoring dan evaluasi dari pelaksanaan RTRW.

Sarbunis menegaskan, langkah Pemkab dan DPRK Aceh Selatan yang hingga sekarang ini belum mengesahkan Qanun RTRW, jelas-jelas sangat merugikan daerah dan masyarakat setempat. Soalnya, hal itu akan mempengaruhi proses perencanaan pembangunan daerah mengingat Qanun RTRW merupakan rujukan utama dalam penyusunan rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) dan rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) akibatnya proses pembangunan yang telah dan sedang berjalan di Aceh Selatan tanpa didukung oleh dokumen perencanaan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurutnya, polemik penyusunan rancangan qanun RTRW tersebut sudah berjalan sejak 3 tahun lalu, namun hingga saat ini belum ada langkah penyelesaian secara konkrit. Bahkan, dalam diskusi publik yang di selenggarakan LSM YGHL dan Insosdes pada tanggal 19 April 2016 lalu, salah seorang anggota Badan Legislasi DPRK Aceh Selatan, M Nasir Gani mengaku pihaknya belum menerima draft raqan RTRW dari Pemkab Aceh Selatan.

Kepastian bahwa draf raqan RTRW dimaksud telah di masukkan oleh Pemkab ke Badan Legislasi DPRK Aceh Selatan baru terealisasi sekitar awal Mei 2016 lalu sehubungan telah masuknya surat nomor : 180/340/2016 perihal permohonan pembahasan raqan RTRW dan RPJM yang dikirim Bappeda Aceh Selatan.[HM]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *