Rehab 600 Rumah BSPS di Gayo Lues Dinilai Janggal

0
14

BLANGKEJEREN – Proyek rehab 600 rumah Bantuan Stimulan Perumahan Sawadaya (BSPS)rumah di Gayo Lues dinilai penuh kejanggalan. Dana yang telah masuk ke rekening masing-masing penerima bantuan itu sejumlah Rp 15 Juta diduga dikumpulkan oknum tertentu dan kemudian dibelikan alat bangunan, dan alat bangunan itulah yang kemudian dibagikan kepada warga.

Padahal dalam aturanya, uang itu baru bisa diberikan kepada pihak toko bangunan setelah barang atau peralatanya sampai di rumah penerima bantuan rehap rumah, hal itu menjadi polemik lantaran sebagian pemilik rumah sudah membongkar rumahnya tetapi bahan bangunanya tak kunjung sampai.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Gayo Lues, Syahrul, Kamis, 22 November 2018 mengatakan, penerima bantuan rehap rumah Gayo Lues berjumlah 600 orang, namun semenjak dirinya dilantik menjadi Kepala Dinas Perkim tidak ada pihak yang menunjukan progres ataupun masalah rehap rumah itu.

“Progresnyapun tidak ada dilaporkan ke kami, dan itu yang menanganinya Ramadan staf ahli Pak Irmawan anggota DPR RI, untuk lebih jelasnya silahkan konfirmasi kebeliau,” katanya.

Ramadan Staf ahli Irmawan yang dihubunggi ke ponselnya membenarkan ada 600 unit rumah yang direhap di Gayo Lues berdasarkan usulan Irmawan, rehap rumah itu merupakan program Kementrian Perumahan dan Pemukiman yang diusulkan oleh anggota DPR RI.

“Satu unit penerima Bantuan Stimulan Perumahan Sawadaya (BSPS) dibantu dengan jumlah uang Rp 15 juta yang masuk ke rekening masing-masing penerima, kemudian dari jumlah uang tersebut, Rp 12.500.000 digunakan untuk membeli bahan bangunan, dan Rp 2.500.000 untuk biaya ongkos tukang,” katanya.

Sistim penarikan uang yang telah masuk ke rekening masing-masing penerima kata Ramadan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, tetapi harus didampinggi oleh fasilitator masing-masing wilayah kerjanya.

“Sepengetahuan saya, uang yang masuk kerekening penerima BSPS ini ditranfer lagi ke rekening toko bangunan yang ditunjuk, kalau tidak salah ada empat toko, tapi kalau ada yang bermain di belakang itu saya tidak tahu,” jelasnya.

Ramadan memaparkan, uang sejumlah Rp 15 juta itu tidak boleh dipotong sepeserpun oleh fasilitator atau pihak lainnya, terkecuali penerima BSPS ingin memberikan tanda terima kasih dengan memberikan tomat atau beras, dan itu sah-sah saja sebagai ungkapan terimakasih.

“Dalam peraturan kementrian pasal 23 disebutkan bahwa pemafaatan BSPS dalam bentuk uang dilakukan oleh penerima BSPS dengan cara memindahkanbukukan atau transper uang dari rekening penerima BSPS ke rekening toko/penyedia bahan bangunan untuk pembelian bahan bangunan dan penarikan tunai untuk pembayaran upah kerja, jadi sudah sesuai prosedur,” katanya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here