,

Ratusan Ton Raskin Menumpuk di Gudang Bulog

BLANGKEJEREN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues belum menyalurkan beras untuk masyarakat miskin (Raskin) dari Januari hingga Mei 2016. Akibatnya, raskin menumpuk di gudang Badan Usaha Logistik (Bulog) Blangkejeren.

Kepala Gudang Bulog wilayah Lima Aceh (Blangkejeren), Junaidi Abdullah, Rabu, 18 Mei 2016 mengatakan, jumlah beras Raskin di gudang Bulog Gayo Lues saat ini mencapai 666 ton 780 Kg. “Dalam satu bulan, jatah Raskin masuk ke Gayo Lues mencapai 112.710 Kg, dengan jumlah 15 Kg per kepala keluarga,” katanya.

Berdasarkan data di kantor Bulog Blangkejeren, jumlah penerima beras Raskin untuk masyarakat di Sebelas Kecamatan Negeri Seribu Bukit itu mencapai 7.514 Rumah Tangga Tepat Sasaran Penerima Mampaat (RTSPM).

Menurut Junaidi, kendala penyaluran beras Raskin adalah jumlah penerima yang didata ulang oleh Pemkab Gayo Lues belum ditandatangani oleh Bupati, sehingga jatah Raskin Gayo Lues masih menumpuk di gudang.

“Pemda sedang membuat Peraturan Bupati (Perbup) tentang penyaluran Raskin secara gratis, tapi Perbup itu belum siap kata orang Pemda, kami juga kebingungan sekarang, dan berasnya semakin hari semakin menumpuk,” ujarnya.

Jumlah penerima Raskin di Gayo Lues tidak boleh sembarangan dikurangi oleh Pemda, sebab, berdasarkan pengajuan ke pusat sebelumnya, maka turunlah beras raskin dengan jumlah yang sudah dihitung, terkecuali, pergeseran penerima dari A pindah ke B.

“Kalau mau ditambah atau dikurangi harus terlebih dahulu melapor kepada Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Pemda tidak boleh sembarangan merubah jumlah penerimanya,” jelasnya.

Beras yang disimpan di Gudang Bulog Blangkejeren masih terlihat bagus dan aman dikonsumsi tanpa ada yang membusuk, tetapi Kepala Gudang Bulog mengaku khawatir karena beras Bulog tersebut diprediksi hanya bertahan selama satu tahun. “Kalau lebih dari satu tahun kita simpan, bisa jadi terancam membusuk, kalau sekarang dibilang orang sudah mulai membusuk, itu tidak benar,” tegasnya.

Sementara Sekdakab Gayo Lues, Thalib mengatakan, yang menjadi permasalahan selama ini adalah data yang diberikan dari masing-masing kepala desa tidak akurat, sehingga penerima Raskin bukan saja yang miskin, melainkan yang kaya ikut menerima beras miskin.

“Sekarang itu yang kita tegakan, penerima Raskin harus tepat sasaran, jadi dibuat regulasinya dengan Peraturan Bupati tentang Rakintis (Raskin Gratis), hari ini saya rasa sudah ditandatangani oleh Bupati, dan awal bulan Juni sudah bisa dimulai penyaluranya,” katanya.

Menyangkut pengurangan penerima Raskin harus terlebih dahulu mendapat persetujuan Tim TNP2K, Sekda mengaku sudah melaporkannya, namun persetujuan itu belum dikeluarkan oleh TNP2K tersebut.

Sekda berharap, masyarakat Gayo Lues agar bersabar menunggu penyaluran beras raskin gratis tersebut, sehingga yang menerima beras raskin benar-benar orang yang membutuhkanya, dan tidak seperti selama ini yang kebanyakan desa membagi Raskin secara merata kepada seluruh warganya. [Win Porang]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *