,

Ratusan Rumah di Labuhanhaji Terancam Amblas ke Sungai

LABUHANHAJI – Hujan deras yang mengguyur Aceh Selatan sejak Sabtu hingga Minggu, 14-15 Mei 2016 mengakibatkan sejumlah sungai meluap. Ratusan rumah di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) terancam amblas, akibat erosi.

Ada tiga titik erosi yang mengakibatkan amblasnya tanah di sepanjang bantaran sungai akibat diterjang arus air yang deras. Dari tiga titik tersebut lokasi erosi di Desa Pawoh, Kecamatan Labuhanhaji tergolong yang paling parah. Di sana 40 meter tanah amblas ke sungai, lebar tanah yang amblas mencapai 10 meter.

Pengikisan tanah oleh erosi tersebut mengancam putusnya akses jalan desa menuju kompleks Pondok Pesantren Darul Ihsan pimpinan Abuya Tgk Amran Waly Al Khalidy karena beberapa meter badan jalan desa tersebut terlihat sudah amblas. Puluhan rumah penduduk yang bermukim di sepanjang bantaran sungai di Desa Pawoh terancam amblas ke dasar sungai.

“Jika ke depannya kembali terjadi banjir luapan maka dipastikan badan jalan desa serta sejumlah rumah penduduk akan amblas ke dasar sungai. Sebab kondisi saat ini lokasi badan jalan dan rumah penduduk hanya tinggal beberapa meter lagi dari bibir sungai,” kata Kepala Desa Pawoh, Said Rabaly Sara, Senin, 16 Mei 2016.

Dia mengatakan, kejadian banjir luapan yang terus mengikis tanah di bantaran sungai tersebut merupakan kejadian kedua setelah sebelumnya pada bulan Desember 2015 lalu juga telah terjadi banjir serupa yang memporak-porandakan bantaran sungai, bahkan sempat memutus satu unit jembatan gantung di desa itu.

“Jadi ini merupakan kejadian kedua setelah pada bulan Desember 2015 lalu. Pada kejadian sebelumnya sudah sempat dilakukan penanganan oleh Pemerintah daerah bersama masyarakat dengan cara memasang batu gajah di sepanjang sungai yang terjadi erosi, namun pasca kejadian minggu malam kemarin luapan banjir kembali menggerus tanah sehingga semakin memperparah terjadi erosi,” kata Said Rabaly.

Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, kata Said Rabaly, masyarakat setempat telah menggelar gotong royong sejak Minggu hingga Senin dengan cara mengangkut material batu gajah untuk ditimbun disepanjang bantaran sungai tersebut sebagai langkah penanganan secara darurat.

Camat Labuhanhaji, Dicki Ihkwan menjelaskan, erosi sungai di Kecamatan Labuhanhaji tidak hanya di Desa Pawoh, tapi hal serupa juga terjadi di Desa Hulu Pisang dan Kampung Pisang yang berlokasi di pedalaman Kecamatan tersebut.

Menurutnya, banjir luapan di Desa Hulu Pisang dan Kampung Pisang selain mengakibatkan puluhan meter jalan desa yang sudah diaspal hotmix terkelupas serta badan jalan dimaksud terancam amblas karena lokasinya sudah sangat dekat dengan bibir sungai, juga mengakibatkan bangunan irigasi yang berfungsi mengaliri air ke sawah warga rusak.

Dia menyatakan, rusaknya beberapa fasilitas umum tersebut selain diakibatkan karena letak aliran sungai sudah terlalu dekat dengan pemukiman penduduk akibat sudah semakin parah terjadi erosi, juga disebabkan karena muara sungai sudah sangat dangkal akibat tertimbun sedimen lumpur yang dibawa arus banjir bandang.

“Untuk menanggulangi persoalan ini, Pemkab Aceh Selatan harus segera membangun tanggul menggunakan batu gajah di sepanjang bantaran sungai termasuk harus segera melakukan normalisasi (pengerukan) muara sungai di masing-masing desa yang telah terjadi pendangkalan dan erosi yang sudah cukup parah,” pintanya.

Disamping itu, sambung Dicki, pihaknya juga meminta kepada Pemkab Aceh Selatan melalui dinas terkait, segera membangun box culvert di badan jalan negara lintasan Tapaktuan – Blang Pidie tepatnya disimpang Karoke Kecamatan Labuhanhaji.

Pasalnya, dilokasi tersebut selama ini telah terjadi penyumbatan drainase yang melintangi badan jalan sehingga setiap kali terjadi hujan lebat yang disusul banjir luapan, lokasi badan jalan negara tersebut kerap tergenang air karena arus air tidak mengalir dengan deras ke seberang jalan yang akhirnya bermuara ke laut.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan, Erwiandi, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan petugas ke Desa Pawoh untuk meninjau lokasi erosi sungai yang mengakibatkan puluhan meter tanah amblas ke dasar sungai.

Namun untuk langkah penanganan, pihaknya mengakui bahwa saat ini belum bisa di laksanakan berhubung anggaran untuk itu belum tersedia. Meskipun demikian, kata Erwiandi, untuk menanggulangi bencana erosi sungai di Desa Pawoh, Kecamatan Labuhanhaji tersebut dan beberapa titik lokasi bencana alam lainnya di Aceh Selatan, pihaknya telah mengusulkan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi ke Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan turut serta meminta dukungan politik ke anggota DPR RI asal Aceh.

“Alhamdulilah hasil konfirmasi terakhir kami dengan pihak BNPB dan anggota DPR RI asal Aceh yakni bapak Muslim Aiyub, usulan anggaran kita sudah mendapat persetujuan Pemerintah Pusat dan kemungkinan besar akan di realisasikan melalui APBN-P tahun 2016 ini,” ungkapnya. [HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *