,

Rapat Banleg DPRK Aceh Selatan Ricuh

TAPAKTUAN – Rapat Badan Legislasi (Banleg) DPRK Aceh Selatan yang membahas lima Rancangan Qanun (Raqan) di ruang Badan Musyawarah (Banmus), Selasa, 9 Agustus 2016 berlangsung ricuh.

Alja Yusnadi, anggota DPRK Aceh Selatan melempar botol air mineral ke arah Kepala Bagian (Kabag) Risalah dan Persidangan Sekretariat Dewan, Masri. Penyebabnya, Alja merasa kesal karena Masri secara sepihak mengubah jadwal rapat dan langsung mengirimkan surat undangan rapat ke Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).

Meskipun perubahan jadwal tersebut telah mendapat persetujuan Ketua DPRK dan Sekretaris Dewan (Sekwan) Aceh Selatan, tapi Alja menginginkan seharusnya keputusan itu di koordinasikan juga dengan pihak Banleg.

Beberapa saksi mata menyebutkan, insiden pelemparan botol air mineral itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB saat anggota Banleg hendak menggelar rapat di Ruang Banmus. Saat rapat hendak dimulai, Alja Yusnadi mempertanyakan kepada Kabag Risalah terkait jadwal rapat yang disampaikan kepada SKPK yang telah berubah dari jadwal yang telah disepakati sebelumnya dengan Banmus.

Tak disangka ternyata pertanyaan yang diajukan Alja Yusnadi itu membuahkan petaka, karena ditanggapi dengan jawaban yang frontal oleh Masri. Menerima jawaban seperti itu, memancing emosi Alja sehingga dia memukul meja dan melempar botol air mineral.

Alja Yusnadi yang dikonfirmasi wartawan di Tapaktuan, Selasa sore, 9 Agustus 2016 menegaskan bahwa dia tidak dapat menerima sikap yang ditunjukkan Kabag Risalah dalam menanggapi pertanyaannya dengan gaya frontal seolah-olah tidak bersalah menyangkut perubahan jadwal rapat.

“Sikap dia dalam menanggapi pertanyaan saya dengan gaya frontal itu telah memancing emosi saya, sehingga saya meluapkan kekesalan dengan melempar botol air mineral, tapi tidak mengarah kepadnaya, melainkan ke arah dinding,” ujar Alja.

Sementara itu, Kabag Risalah dan Persidangan DPRK Aceh Selatan, Masri mengaku tidak dapat menerima aksi arogan yang ditunjukkan Alja Yusnadi terhadap dirinya itu. “Saya tidak menerima perlakuan seperti itu, persoalan ini sudah saya laporkan kepada pimpinan dewan dan sekretaris dewan,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRK Aceh Selatan, T Zulhelmi mengatakan insiden pelemparan botol air mineral itu dipicu karena miskomunikasi antara Alja Yusnadi dan Masri.

“Persoalan ini hanya miskomunikasi saja, saudara Alja Yusnadi sudah mengakui kesilafannya dan antara mereka berdua sudah saling memaafkan, sehingga persoalan itu kami anggap sudah selesai,” kata Zulhelmi.

Sekretaris dewan Aceh Selatan, H Halimuddin menjelaskan, rapat tersebut membahas lima rancangan anun masing-masing Qanun RTRW, RPJM, Pengelolaan Sampah, Bangunan dan Gedung serta Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Majelis Pendidikan Daerah (MPD).[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *