,

Puskesmas Tanpa Dokter, 9 Pasien Keracunan Ditangani Perawat

TAPAKTUAN – Sembilan warga Simpang Tiga, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan terpaksa dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sawang, pada Rabu malam, 14 Maret 2018 sekitar pukul 21.30 WIB karena keracunan makanan.

Tapi sampai di sana, ternyata tanpa dokter, kesembilan orang korban keracunan makanan tersebut harus ditangani perawat. Meskipun nyawa sembilan orang warga korban keracunan makanan itu dapat diselamatkan oleh perawat, namun kondisi kekosongan tenaga dokter umum di Puskesmas tersebut, sangat disesalkan.

Seperti disampaikan anggota DPRK Aceh Selatan dari Fraksi Partai Aceh (PA), Tgk Adi Zulmawar. Legislator asal Kecamatan Sawang ini mengatakan, setelah menerima informasi warga keracunan, ia langsung menuju Sawang untuk menjenguk korban.

“Saya berada di Puskesmas tersebut hingga pukul 24.00 WIB lewat. Saya melihat sendiri para korban hanya ditangani seadanya sesuai kemampuan ilmu medis para perawat piket. Tidak nampak seorang pun tenaga dokter umum saat itu,” kata Tgk Adi Zulmawar kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis, 15 Maret 2018.

Anehnya, lanjut Tgk Adi, saat ia menanyakan keberadaan dokter umum, para perawat Puskesmas setempat mengaku bahwa instansi medis yang telah ditingkatkan statusnya oleh Pemkab Aceh Selatan menjadi Puskesmas rawat inap tersebut, selama ini hanya memiliki satu orang tenaga dokter. Satu-satunya dokter tersebut sejak beberapa pekan lalu telah mengambil cuti kerja karena sedang mengikuti diklat prajabatan CPNS di Tapaktuan.

Karena itu, Tgk Adi meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Mardhaleta membenahi kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas-puskesmas, sebab instansi medis itu merupakan andalan utama masyarakat di gampong-gampong yang membutuhkan penanganan medis segera.

Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Halizan Ismail yang dimintai konfirmasi membenarkan Puskesmas Sawang mengalami kekosongan tenaga dokter saat ini karena tenaga dokter yang ada sedang mengikuti diklat prajabatan. Sedangkan menyangkut tempat tidur pasien (bet) yang tidak cukup sehingga para pasien banyak yang tidak mendapat bet pada malam itu, menurut Halizan Ismail hal itu disebabkan karean pasien yang masuk secara mendadak pada malam itu sangat membludak sehingga persiapan bet yang ada tidak cukup.

“Masuknya pasien secara mendadak mencapai 14 orang pada malam itu belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga persiapan bet di Puskesmas Sawang tidak cukup. Persoalan-persoalan yang timbul tersebut segera akan kami cari solusi secepat mungkin,” katanya. [HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *