,

Puluhan Rumah Warga Kuala Ba’u Terancam Amblas

KLUET – Abrasi laut yang terus mengganas sejak satu bulan terakhir membuat puluhan rumah dan lahan perkebunan warga desa Kuala Ba’u terancam amblas.

“Kondisi lahan pemukiman penduduk di Dusun Pasie Desa Kuala Ba`u semakin mencemaskan karena terus menerus digerus gelombang pasang. Jika tidak segera ditangani dampaknya akan semakin meluas karena selain rumah penduduk, puluhan hektar lahan perkebunan milik warga juga terancam amblas,” kata tokoh masyarakat Kluet Raya, Zaiton Ludny, Minggu, 12 Juni 2016.

Sebelumnya, kata dia, hanya sembilan unit rumah penduduk dan satu lembaga pendidikan pasantren terancam amblas ke laut, namun saat kini jumlahnya telah bertambah hingga mencapai puluhan unit rumah karena ombak besar setinggi tiga meter terus menerjang wilayah daratan sehingga abrasi semakin melebar.

Gelombang pasang dari laut Samudera Indonesia itu, kata Zaiton, intensitasnya terus meningkat sejak satu bulan terakhir bersamaan dengan tejadinya gelombang pasang di beberapa wilayah lainnya di sepanjang pantai barat provinsi Aceh.

“Selain itu hantaman gelombang dan abrasi laut juga telah memporakporandakan lahan pemukiman warga yang selama berpuluh-puluh tahun dihuni,” kata Zaiton Ludny.

Dikatakan, bila hantaman gelombang besar setinggi 2-3 meter itu tidak segera ditanggulangi dan bahkan dibiarkan terus maka perkampungan penduduk di pinggir Samudera Indonesia itu akan hancur dan tenggelam sebelum diselamatkan.

Perkampungan Desa Kuala Ba’u Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh selatan, berjarak sekitar 30-an Km sebelah timur Tapaktuan, menjadi tempat domisili ratusan kepala keluarga (KK) yang dominan menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan laut (tangkap) yakni sebagai nelayan.

Menurutnya, bila terus menerus digerus ombak dan bahkan hantaman ombak besar, tidak akan lama lagi semua pemukiman itu bakal tenggelam. Indikasinya adalah, kata Zaiton, sejumlah dapur rumah milik warga setempat bahkan telah disapu gelombang, namun sejauh ini belum ada penanggulangan dari Pemkab Aceh Selatan dan pihak terkait lainnya.

“Kita harapkan BPBD segera mennggulangi dengan membuat susunan batu gajah (tanggul pengaman tebing berupa jeti-red), sehingga pemukiman warga tersebut aman dari terjangan ombak dan abrasi pantai,” katanya.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Aceh Selatan Rahmat Humaidi mengatakan, pihaknya sudah menangani sebagian kasus yang telah dilaporkan warga seperti di Desa Lhok Bengkuang Timur dan Desa Gunung Kerambil, Kecamatan Tapaktuan.

“Kita akan tangani sepanjang tersedia fasilitas dan kondisi ini sudah kita sampaikan ke berbagai pihak termasuk kepada atasan kami, dengan harapan segera meminta bantuan ke pemerintah pusat,” katanya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *