,

Puluhan Pelamar CPNS Protes ke BKPSDM

TAPAKTUAN – Puluhan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi umum tahun 2018 di Kabupaten Aceh Selatan melakukan protes ke Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan kantor bupati, Selasa, 23 Oktober 2018 karena tak diloloskan dalam proses seleksi administrasi.

Para pelamar yang melancarkan aksi protes itu adalah para alumni IAIN Ar-raniry yang sekarang telah berubah namanya menjadi UIN Ar-raniry Banda Aceh. Mereka menolak keputusan Pemkab setempat tak diloloskan dalam seleksi administrasi berkas, hanya gara-gara perbedaan penulisan nomenklatur program study (Prodi) kampus mereka dengan jurusan yang diminta saat proses pendaftaran secara online.

Perbedaan itu terdapat pada nama jurusan yang diminta yakni S-1 program study bimbingan konseling dengan jabatan Guru Bimbingan Konseling Ahli Pratama dengan kebutuhan formasi 6 orang. Sementara program study yang didaftarkan oleh para pelamar tersebut adalah S-1 Prodi Pendidikan Bimbingan Konseling.

“Sebenarnya tetap sama hanya nomenklatur jurusan yang tertulis di ijazah saja yang berbeda sesuai kampus tempat mahasiswa dimaksud menempuh pendidikan. Buktinya, penolakan ini hanya terjadi di Aceh Selatan saja, sedangkan beberapa daerah lainnya di Aceh tak ada masalah,” ungkap beberapa pelamar CPNS.

Aksi protes ini pertama kali dilancarkan di Kantor BKPSDM dengan menjumpai Kepala Bidang Pengembangan SDM, Cut Dini Haryuni. Dihadapan pelamar CPNS, Cut Dini Haryuni menjelaskan bahwa, CPNS yang telah terlanjur mendaftar melalui portal Menpan RB secara online itu adalah program study pendidikan bimbingan konseling. “Sedangkan yang diterima adalah program study bimbingan konseling (BK). Sesuai data yang dikeluarkan Menpan RB,” tegasnya.

Namun sejumlah pertanyaan lainnya yang dilontarkan oleh para pelamar CPNS secara bergiliran, tidak mampu dijawab lagi oleh Cut Dini Haryuni. Hingga akhirnya ia menyarankan kepada para CPNS untuk menanyakan langsung terkait hal itu kepada Sekdakab Aceh Selatan H Nasjuddin SH MM di Kantor Bupati.

Dalam pertemuan yang digelar di ruang rapat lantai II Setdakab, para pelamar CPNS kembali mempertanyakan persoalan serupa kepada Sekda H. Nasjuddin. Bahkan di hadapan Sekda, mereka mengkritik keras kebijakan tertentu yang diambil Pemkab Aceh Selatan melalui BKPSDM terkait perekrutan CPNS, terkesan sepihak dan sangat kaku dalam mengimplementasikan aturan.

Salah satu contohnya adalah terkait kewajiban melampirkan surat keterangan bebas narkoba yang menghabiskan biaya mencapai Rp 200 ribu dalam mengurusnya di rumah sakit. Namun saat langkah itu diprotes banyak pihak karena sangat memberatkan pelamar, tiba-tiba kewajiban itu dibatalkan sehingga pelamar tak perlu lagi melampirkannya.

“Kebijakan sepihak yang diambil BKPSDM Aceh Selatan terkesan plin plan sehingga membingungkan pelamar. Demikian juga terkait persoalan program studi bimbingan konseling ini, kenapa tidak dari awal dijelaskan ke publik bahwa Prodi Pendidikan Bimbingan Konseling tak diterima,” sesal para pelamar.

Merespon aksi protes itu, Sekdakab Aceh Selatan H. Nasjuddin S.H menjelaskan bahwa formasi penerimaan CPNS di daerah itu langsung ditetapkan pihak Kementerian Menpan RB, sedangkan daerah hanya mengusulkan lalu menerima berkas pendaftaran dan memfasilitasi pelamar mengikuti tes secara online.

Pihaknya, lanjut Sekda, sedang mempertimbangkan akan membolehkan para pelamar yang tak lolos administrasi tetap bisa mengikuti ujian. Namun dengan syarat bersedia membuat surat pernyataan bahwa jika lulus tes nanti tapi NIP atau SK pengangkatannya tak diproses oleh pihak BKN, tidak disalahkan Pemkab Aceh Selatan.

Terkait keputusan Pemko Banda Aceh yang tetap menerima Prodi Pendidikan Bimbingan Konseling mengikuti tes, Sekda H. Nasjuddin meminta waktu selama 2 – 3 hari kepada para pelamar untuk dikonsultasikan hal itu oleh pihaknya ke instansi terkait.

“Ada informasi Pemko Banda Aceh membolehkan mereka tak lulus administrasi tetap bisa ikut tes, dengan syarat membuat surat pernyataan. Kita minta waktu untuk mengkonsultasikan dulu hal itu,” tandasnya.

Data dihimpun dari BKPSDM Aceh Selatan, hingga ditutupnya batas waktu pendaftaran. Para pelamar yang telah menyerahkan berkas mencapai 4.270 orang. Namun setelah dilakukan seleksi administrasi, pelamar yang lulus administrasi sebanyak 4.067, dimana 203 orang dinyatakan tak lulus administrasi.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *