,

Pulang dari Kebun, Warga Kluet Hilang Terseret Arus

TAPAKTUAN – Hasyimi, 20 tahun, warga Gampong Paya, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan hilang terseret arus sungai Kluet, Kamis 16 Maret 2017 sekitar pukul 11.00 WIB.

Pria lajang yang sehari-hari bekerja sebagai petani di kebun miliknya tersebut, hilang terseret arus sungai yang deras dan dalam, saat hendak pulang ke rumahnya di Gampong Paya dari kebunnya.

“Kebun milik Hasyimi berada di seberang sungai. Untuk menyeberang sungai sebagian petani ada yang menggunakan perahu kecil. Sedangkan Hasyimi sendiri sudah terbiasa pulang pergi ke kebunnya menyeberang sungai tanpa menggunakan perahu,” kata Keuchik Gampong Paya, Dhamer Syam, Kamis malam, 16 Maret 2017.

Dhamer Syam memperkirakan korban terseret arus pada hari itu disebabkan karena menyeberang sungai dalam kondisi sedang memikul sejumlah tandan pisang yang dimasukkan dalam karung hasil panen dari kebunnya hendak dibawa pulang ke rumahnya.

“Setiap hari korban sudah terbiasa menyeberang sungai tersebut untuk bekerja di kebunnya. Namun penyeberangan sungai selama ini dilakukan dalam kondisi tanpa memikul beban. Pada hari naas itu, korban menyeberang sungai dalam kondisi memikul bongkahan pisang hasil panen dari kebunnya,” ungkap Dhamer Syam.

Menurutnya, saat korban hilang terseret arus sungai sempat dilihat oleh dua orang warga lainnya Johan dan Masben yang juga berkebun di seberang sungai. Mereka bejarak sekitar 5 meter dari tebing sungai, korban yang menyeberang dengan cara memotong arus sungai terjebak arus deras dan dalam di tengah-tengah sungai.

“Biasanya, kondisi seperti itu sudah biasa dihadapi oleh korban namun karena tanpa ada memikul beban berat dia mampu meloloskan diri. Namun pada hari naas itu, berdasarkan keterangan saksi mata, korban tidak sanggup mempertahankan diri karena memikul beban berat sehingga terjatuh kemudian hilang terseret arus sungai,” ujar Dhamer Syam mengutip keterangan saksi mata.

Sementara itu, Camat Kluet Utara, Aceh Selatan, H Zainal menambahkan, setelah menerima laporan dari dua orang saksi mata tersebut, ratusan warga dari beberapa gampong dibantu petugas Satgas SAR, BPBK, aparat Polres Aceh Selatan dan relawan RAPI langsung melakukan proses pencarian.

Proses pencarian dengan menggunakan beberapa perahu milik warga setempat serta rubber boat milik Satgas SAR, BPBK dan Polres Aceh Selatan dilakukan dengan dua cari yakni penyisiran dari dalam sungai dan dari pinggir sungai mulai dari tempat kejadian perkara di Gampong Paya hingga ke muara sungai di Gampong Limaupurut dan Geulumbuk.

“Dari hasil penyisiran tersebut, tadi sore tim pencari baru berhasil menemukan tandan buah pisang milik korban yang dimasukkan dalam karung di pinggir sungai Gampong Limaupurut yang berjarak dari TKP sekitar 1,5 Km. Namun untuk jasad korban belum berhasil ditemukan,” kata H Zainal.

Untuk memudahkan proses pencarian, lanjut dia, pihaknya bersama warga setempat juga sudah meminta bantuan kepada orang pintar, menanyakan posisi keberadaan jasad korban. Berdasarkan keterangan orang pintar tersebut, keberadaan jasad korban belum jauh dari TKP namun belum nampak ke permukaan air karena tersangkut kayu atau batu di dasar sungai.

“Proses pencarian yang berlangsung sejak Kamis siang tadi, terus berlanjut hingga malam . Untuk memudahkan pemantauan proses pencarian, warga juga sudah mendirikan tenda di pinggir sungai Gampong Paya tak jauh dari TKP,” pungkas H Zainal.[Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Irwanto Harun

Irwanto Harun

Pemimpin Umum website http://teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *