,

Puan Maharani Buka City Sanitation Summit di Banda Aceh

BANDA ACEH – Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dijadwakan akan membuka City Sanitation Summit (CSS) XVI yang digelar Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) di Banda Aceh.

48 bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota se-Indonesia sudah memastikan akan hadir dan mengikuti CSS XVI yang digelar 23-25 November 2016.
 
Kepala Sekretariat CSS XVI AKKOPSI Banda Aceh Ir Syukri MSc, menyebutkan, ke-48 kepala daerah tersebut antara lain Wali Kota Bandung, Wali Kota Bogor, Wali Kota Balikpapan, Wali Kota Makassar, Wali Kota Cirebon, Wali Kota Bontang, Bupati Muara Enim, Bupati Barru, Bupati Karang Anyar, dan Bupati Empat Lawang.
 
“Total sudah 105 daerah dari 443 anggota AKKOPSI yang sudah memastikan ikut serta, dengan jumlah delegasi sebanyak 394 orang. Target kita sampai dengan hari H, jumlah peserta yang hadir bisa mencapai 700-an orang,” katanya.
 
Angka tersebut, kata Syukri, diprediksi akan terus bertambah karena pihaknya sudah menghubungi lebih dari 270 kepala daerah anggota AKKOPSI, dan tinggal menunggu konfirmasi kehadiran. “Selebihnya juga telah dihubungi langsung oleh Sekretariat Nasional AKKOPSI di Jakarta dan Dirjen Bangda Kemendagri. Jumlah kehadiran peserta akan terus kita update berdasarkan konfirmasi yang masuk,” jelasnya.
 
Dijadwalkan sebelumnya, Presiden Jokowi yang akan membuka secara resmi CSS XVI di Banda Aceh, namun presiden berhalangan hadir. Hasil komunikasi terakhir dengan pihak Seknas, presiden akan diwakili oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani. Selain itu, Menteri PUPR, Menteri Kesehatan, dan Menteri BPN/Kepala Bappenas juga dipastikan akan hadir.
 
Acara puncak CSS XVI berupa konferensi akan digelar Kamis, 24 November 2016 di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam. Acara diisi dengan dua sesi diskusi panel, yakni talkshow empat kementerian plus MUI, dan talkshow kepala daerah.

“Selain itu, ada pula pemberian Sanipura Award 2016 kepada 10 kabupaten/kota yang dinilai memiliki sistem sanitasi terbaik di Indonesia. Alhamdulillah, Banda Aceh termasuk salah satunya,” ungkap Syukri.
 
Pria yang juga menjabat sebagai Staf Ahli Wali Kota Banda Aceh Bidang Pembangunan ini menambahkan, pihaknya juga telah menjadwalkan agenda bagi para peserta CSS untuk meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Gampong Jawa.
 
“Ini menjadi ajang sharing best practice antar sesama anggota AKKOPSI. Nantinya kita juga akan presentasikan progres pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Banda Aceh kepada peserta forum untuk mendapatkan saran dan masukan yang membangun tentunya,” pungkasnya.[HK]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *