,

PTPN Diminta Percepat Pelepasan HGU untuk Pemko Langsa

hgu

LANGSA – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) diminta untuk melepaskan beberapa hektar Hak Guna Usaha (HGU) Kepada Pemerintah Kota (Pemko) Langsa agar daerah tersebut bisa membangun dengan baik.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, H Firmandez dalam pertemuan Tim Pemantau Otsus Aceh Papua dan Keistimewaan Yogjakarta dengan Pemerintah Aceh, Senin, 23 Oktober 2017 di Kantor Gubernur Aceh.

Anggota DPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini mengungkapkan, Langsa merupakan daerah yang relatif kecil karena itu Pemko Langsa membutuhkan lahan untuk pembangunan sejumlah proyek untuk kepentingan masyarakat banyak diantaranya, lahan pembangunan rumah sakit regional seluas 16 hektar, untuk pembangunan pasar tradisional seluas 1 hektar dan pengembangan Ruang Terbuka Hijau seluas 6 hektar.

“Bagaimana diupayakan agar pelepasan beberapa hektar HGU milik PTPN 1 kepada Pemko Langsa itu bisa segera dilaksanakan, karena ini menyangkut pembangunan daerah,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar Bidang Maritim tersebut.

H Firmandez menekankan Pemerintah Aceh bersama Pemko Langsa bisa mengupayakan hal tersebut bersama-sama ke Kementerian BUMN di Jakarta, agar peralihan HGU itu bisa segera tuntas, dan kasus penghentian proyek milik Pemko Langsa oleh PTPN tidak terulan lagi.

Sebagaimana diketahui PTPN 1 pernah menghentikan proyek pembagunan balee rumoh Aceh dan pembangunan kios kuliner di hutan Kota Langsa. Proyek balee rumoh Aceh senilai Rp 887.740.000 dan pembangunan kios kuliner senilai Rp 1.729.840.000 didanai dari dana Otonomi Khusus (Otsus). “Ini harus dikawal dan diperjuangkan bersama,” tegas H Firmandez.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *