,

PT GES Harus Mampu Atasi Persoalan Listrik Aceh

BANDA ACEH – Pembentukan PT Geothermal Energy Seulawah (GES) diharapkan bisa mengatasi persoalan krisis energi di Aceh. Perusahaan join ventura ini dibentuk atas kerja sama
Pemerintah Aceh, Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) dan PT Pertamina Geothermal Energi untuk mengelola pembangkit listrik tenaga panas bumi di Seulawah.

“Dengan hadirnya perusahaan GES ini kita berharap persoalan listrik di Aceh bisa segera teratasi. Sehingga kebutuhan listrik di Aceh tidak lagi harus dipasok dari Sigura-gura, Sumatera Utara,” harap Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR RI, H Firmandez, Selasa, 1 Agustus 2017.

Politisi Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh 2 ini menilai, bila energi panas bumi yang dikandung Seulawah bisa dikelola secara maksimal, maka Aceh akan mengalami surplus energi. Tinggal sekarang bagaimana Pemerintah Aceh melalui PT GES mengelolanya.

“Ini harus serius jangan gagal lagi. Ini kan sudah direncanakan sejak lama, tapi sempat gagal, padahal pada tahun 2009 lalu, Jerman sudah mau menghibahkan dana 10 Juta dolar AS. Kini digarap lagi melalui join ventura, jadi harus serius,” tegas H Firmandez.

Selain itu lanjut H Firmandez, pembangunan energi di Aceh juga harus sejalan dengan Kementerian Sumber Daya Energi dan Mineral. Alasannya, karena kementerian ini juga memiliki program pembangunan pembangkit listrik baru di Aceh. “Jadi ada koneksinnya, pembangkit listrik yang dibangun harus terinterkoneksi,” lanjut H Firmandez.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Golkar Bidang Maritim ini melanjutkan, pada April 2017 lalu, saat Dies Natalis Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Alcandra Tahar mengungkapkan, pembangkit listrik baru yang akan dibangun di Aceh adalah PLTU Takengon (48 MW), PLTMG Lhokseumawe (250 MW), PLTU 3 dan PLTU 4 Nagan Raya (200 MW), PLTP Jaboi Sabang (80 MW), PLTH Krueng Raya Aceh Besar (50 MW).

“Jadi, kalau semua pembangkit listrik itu terinterkoneksi, ditambah lagi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi di Seulawah yang akan dibangun PT GES, tak ada alasan lagi Aceh krisis listrik. Demi kemaslahatan ummat, ini harus segera dirampungkan, jangan hanya wacana,” harap H Firmandez.

Masih menurut H Firmandez, ketersediaan listrik yang mencukupi juga menjadi salah satu faktor masuknya investasi ke Aceh. Tanpa listrik yang memadai tak mungkin investor mau menanamkan investasinya.

“Selain faktor keamanan yang kondusif, listrik merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh daerah bila ingin menggaet investor. Jadi kita berharap nantinya dengan terpenuhinya kebutuhan listrik di Aceh akan memberi dampak pada dunia usaha dan investasi,” pungkasnya.[HK]

What do you think?

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *