,

PT Asdal Cabut Pengaduan Penyerobotan Lahan

TAPAKTUAN – PT Asdal Prima Lestari mencabut laporan pengaduan terhadap tiga warga Gampong Titi Poben yang diduga telah menyerobot atau menguasai lahan HGU perusahaan tersebut.

Kepastian itu disampaikan Humas PT Asdal Prima Lestari, Ansari dalam konfrensi pers dengan sejumlah wartawam di Cafe Radja Kopi, Tapaktuan, Rabu, 26 April 2017. Penyebabnya karena ketiga warga itu sudah menjumpai pihak perusahaan untuk mengembalikan lahan HGU PT Asdal yang selama ini mereka garap.

“Niat baik ketiga warga Gampong Titi Poben ini sangat kami apresiasi karena mereka sudah sadar bahwa lokasi lahan yang selama ini mereka garap merupakan lahan HGU PT Asdal. Karena itu, pengaduan terhadap mereka di Polres Aceh Selatan pun secara resmi telah kami cabut sehingga secara otomatis proses hukumpun tidak dilanjutkan lagi,” kata Ansari.

Sebagai kompensasinya, ketiga warga Gampong Titi Poben yang telah mengembalikan seluas 30 hektar lahan HGU PT Asdal itu diberikan uang kompensasi sebesar Rp 75 juta sebagai uang pengganti ongkos pembersihan lahan.

Bahkan, tambah Ansari, setelah keputusan tersebut direalisasikan oleh pihaknya, beberapa hari lalu pihaknya kembali telah dihubungi oleh belasan warga lainnya dengan maksud serupa bahwa ingin mengembalikan lahan HGU PT Asdal seluas 45 hektar yang selama ini sudah mereka garap.

“Terkait hal ini juga telah saya lapor kepada pimpinan PT Asdal dan pimpinan telah memberikan respon bahwa sejauh keputusan itu diambil oleh warga secara baik-baik atau secara damai. Maka pihak PT Asdal siap menyediakan uang pengganti ongkos pembersihan sesuai hasil kesepakatan,” lanjut Ansari.

Namun sayangnya, lanjut Ansari, khusus terhadap tiga orang lagi warga Gampong Kapa Sesak yang juga berstatus sebagai terlapor dalam kasus dugaan penyerobotan lahan tersebut di Polres Aceh Selatan sejauh ini belum bisa dicabu, karena mereka belum bersedia mengembalikan lahan yang mereka kuasai.

Kesadaran masyarakat setempat mengembalikan lahan yang selama ini sudah dikuasai secara sepihak tersebut, menurut Ansari tak terlepas dari keputusan Pemkab Aceh Selatan bersama pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) dengan melibatkan pejabat Muspika serta aparat ketiga gampong di Kecamatan Trumon Timur, melakukan pengukuran ulang lahan HGU PT Asdal Prima Lestari baru-baru ini.

Berdasarkan hasil pengukuran ulan, dari sekitar 5.000 hektar lebih luas keseluruhan lahan HGU sedikitnya sekitar 161 hektar sudah dikuasai oleh sejumlah masyarakat di tiga gampong.

Anshari juga meluruskan pernyataan LSM Walhi Aceh dan YGHL Aceh Selatan di media massa beberapa waktu lalu yang menyebutkan sebanyak 16 orang warga tiga gampong dilaporkan ke Polres Aceh Selatan oleh PT Asdal karena diduga menyerobot lahan.

Ia menjelaskan, hanya enam orang warga yang secara resmi telah dilaporkan oleh PT Asdal ke Polres Aceh Selatan. Sedangkan selebihnya adalah warga yang berstatus sebagai saksi.[HM]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *