,

Proyek Water Park Aceh Selatan Diduga Bermasalah

TAPAKTUAN – LSM Masyarakat Damai Mandiri (Madani) meminta penegak hukum segera mengusut pekerjaan proyek water park sumber dana insentif daerah (DID) Aceh Selatan tahun 2017 sebesar Rp 4,5 miliar. Soalnya, proyek yang dikerjakan PT Intan Meutuah Jaya itu diduga dikerjakan asal jadi.

“Kami meminta penegak hukum serius mengusut indikasi korupsi dalam pekerjaan proyek yang dikerjakan PT Intan Meutuah Jaya tersebut. Sebab kondisi proyek yang telah selesai dikerjakan saat ini sangat memprihatinkan,” kata Koordinator LSM Madani Aceh Selatan, T Sukandi kepada wartawan di Tapaktuan, Jumat, 11 Mei 2018.

Ia menyebutkan, di lokasi yang sama sebelumnya telah pernah dibangun proyek water boom juga menghabiskan anggaran miliaran rupiah. Kemudian dibangun lagi proyek water park senilai Rp 4,5 miliar ditambah perencanaan dan pengawasan Rp 500 juta sehingga total anggaran yang tersedot sumber DID tahun 2017 mencapai Rp 5 miliar.

“Anggaran yang tersedot mencapai Rp 5 miliar dinilai tidak sebanding dengan realisasi proyek di lapangan. Sebab pekerjaan yang terlihat telah dibangun hanya satu kolam renang dan satu saluran luncuran permainan. Ironisnya lagi, kolam renang yang dibangun sangat dangkal bahkan saluran luncuran permainan justru kering tidak ada air,” ungkap T Sukandi.

Selain itu, lokasi proyek water park yang sekelilingnya masih ditutup menggunakan seng tersebut telah dipenuhi semak belukar dan beberapa tumpukan tanah sisa galian proyek.

Keberadaan proyek ini, kata dia, terkesan sangat dipaksakan karena meskipun tahun anggaran 2017 hampir berakhir namun proyek tersebut terkesan terbengkalai. “Proyek ini sangat jelas terlihat proyek kejar tayang,” nilai Sukandi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan Halimatusakdiah sejauh ini belum berhasil dikonfirmasi. Didatangi ke kantornya, yang bersangkutan tidak ada di tempat dihubungi ke nomor ponselnya meskipun terdengar jelas suara panggilan masuk tapi tidak diangkat.

Meski demikian, Sekretaris dinas, T Irfan didampingi Kabid Pariwisata, Arwin Yasdi, mengaku tidak bisa menjelaskan terkait persoalan proyek water park karena pihaknya tidak pernah dilibatkan.

“Saya tidak bisa memberikan penjelasan, karena saya tidak tahu duduk persoalannya. Saya bersama pak kabid tidak pernah dilibatkan dalam proyek itu. Untuk lebih jelasnya coba tanya kepada PPTK bernama Anda Maskita,” kata T Irfan.

Namun saat hendak dikonfirmasi kepada PPTK, Anda Maskita yang bersangkutan juga tidak ada di kantor demikian juga ketika dihubungi ke nomor ponselnya sedang tidak aktif. Di hadapan wartawan, T Irfan sempat memerintahkan salah seorang staf dinas tersebut untuk menjemput Anda Maskita ke rumahnya, namun saat didatangi Anda Maskita ternyata tidak ada di tempat.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *