,

Proyek Tebing Jalan Gele Bengkik Ambruk

BLANGKEJEREN – Proyek pemeliharaan jalan yang menghubungkan desa Gele, Kecamatan Blangkejeren dengan desa Bengkik, Kecamatan Blangpegayon diduga asal jadi. Pasalnya, penegrjaan tebing senilai Rp 79 juta itu kini ambruk.

Kasi Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gayo Lues, Muhammadiyah, Selasa malam, 13 November 2018 membenarkan proyek itu telah ambruk, namun menurutnya penyebabnya karena mata air dari bawah pondasi pekerjaan hingga akhirnya tebing yang dibangun ikut ambruk.

Proyek itu dikerjakan CV Bangun Karya Jaya dengan nilai kontrak Rp 79 juta dari angaran APBK-DID tahun 2018. Proyek itu mulai dikerjakan pada tanggal 20 Juli 2018 dengan waktu pengerjaan selama 90 hari kalender

“Perencananya dari Dinas PU juga itu, tapi tidak diteliti kemungkinan longsor lagi, dan perencanaanya juga tidak pakai anggaran yang biasa lima persen dari total anggaran,” katanya saat ditanyai apakah konsultan perencana tidak meninjau kemungkinan longsor lagi setelah dibangun tebing penahan yang ambruk itu.

“Hingga saat ini belum ada anggaran yang sudah ditarik oleh kontraktor, saya rasa masalah ini bencana alam, karena selain tebing ini ambruk, di jalan Porang-Sesik juga terjadi ambruk tadi malam,” jelasnya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gayo Lues, Mansyur, Rabu, 14 November 2018 mengatakan, pihaknya akan meninjau kembali proyek yang ambruk tersebut, jika memang pekerjaan masuk ke dalam bencana alam harus ada surat keputusan dari bupati yang berarti tidak lagi menjadi tanggung jawab pihak rekanan.

“Namun, jika debit airnya biasa-biasa saja dan terjadi ambruk, maka proyek itu harus menjadi tanggung jawab Kontraktor untuk melakukan perbaikan sebagaimana mestinya,” katanya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *