,

Proyek Sumur Bor Puskesmas Kluet Utara Diduga Fiktif

TAPAKTUAN – Pekerjaan proyek sumur bor di Puskesmas Plus, Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan yang dialokasikan melalui DPA Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Aceh tahun 2016 sebesar Rp 400 juta diduga fiktif.

Ketua LSM Lembaga Independen Bersih Aceh Selatan (Libas), Mayfendri, Rabu, 15 November 2017 mengungkapkan, rekanan yang ditunjuk melaksanakan pekerjaan proyek tersebut telah sempat memulai pekerjaan pada tahun 2016 lalu. Namun anehnya, pekerjaan proyek sumur bor tersebut secara tiba-tiba dihentikan, meskipun belum siap seratus persen.

“Bahkan pihak rekanan telah sempat menurunkan mobil pengebor tanah beserta peralatan lengkap ke Puskesmas Kluet Utara. Namun sayangnya proses pengeboran tanah justru tidak tuntas dikerjakan,” ungkap Mayfendri.

Sejumlah peralatan yang telah diturunkan, tiba-tiba dibawa pulang kembali ke Banda Aceh oleh pihak rekanan disaat proses pekerjaan proyek tersebut belum siap. Di lokasi pekerjaan proyek tersebut, hanya ditinggalkan sejumlah pipa besi yang rencananya akan dipasang atau ditancapkan dalam tanah untuk pembuatan sumur bor.

“Salah satu bukti bahwa proyek tersebut sudah pernah dikerjakan tahun 2016 lalu adalah sampai saat ini masih ada sisa sejumlah pipa besi yang diletakkan di halaman Puskesmas Kluet Utara,” ujarnya.

Ia melajutkan, meskipun pekerjaan proyek sumur bor tersebut belum tuntas dikerjakan, disebut-sebut pihak rekanan sudah menarik uang proyek seratus persen dengan cara diduga melampirkan pertanggungjawaban kegiatan secara fiktif.

“Jika dugaan ini benar maka bisa jadi pekerjaan awal beserta pengadaan sejumlah peralatan sumur bor tersebut untuk melengkapi pertanggungjawaban kegiatan agar anggaran proyek tersebut bisa ditarik seratus persen. Sebab faktanya sampai saat ini sumur bor tersebut tidak ada alias fiktif,”
Kepala Puskesmas Plus Kluet Utara, Masribin mengaku tidak mengetahui secara persis persoalan tersebut. Karena dia baru menjabat pada bulan Januari 2017 lalu. “Saya tidak mengetahui secara persis terkait proyek itu. Sebab proyek itu turun dimasa Kepala Puskesmas lama, atas nama Burhan,” ungkapnya.

Sementara, mantan Kepala Puskesmas Kluet Utara, Burhan membenarkan pekerjaan proyek sumur bor tersebut pernah dikerjakan oleh pihak rekanan yang ditunjuk Dinas Pertambangan dan Energi Aceh tahun 2016 lalu. Namun, kata dia, proses pekerjaan proyek tersebut secara tiba-tiba dihentikan meskipun pekerjaannya belum selesai.

“Saat kami tanya pihak rekanan mengaku telah habis masa pekerjaan (mati kontrak). Seluruh peralatan yang telah diturunkan dibawa pulang kembali kecuali sejumlah pipa besi yang sampai saat ini masih berada di halaman Puskesmas,” ungkapnya.

Informasi yang diterimanya, lanjut Burhan, pekerjaan proyek sumur bor tersebut akan dilelang/tender kembali pada tahun 2017. Namun sayangnya, hingga memasuki pertengahan bulan November 2017 rencana tersebut tak kunjung direalisasikan.

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek sumur bor pada Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, Taufik sejauh ini belum berhasil dikonfirmasi. Ketika dihubungi ke nomor ponselnya sedang tidak aktif. Pesan singkat yang dikirim juga tidak dibalas. [HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *