,

Protes Pencopotan Tuha Peut, Warga Demo Keuchik dan Camat

KLUET SELATAN – Seratusan warga Gampong Sialang, Kluet Selatan, Aceh Selatan, Minggu malam, 22 Mei 2016 berujukrasa ke rumah Yusnar, kepala desa (keuchik) setempat. Warga juga berdemo ke rumah dinas camat Kluet Selatan.

Warga protes atas keputusan keuchik dan camat mencopot Muhammad Nur dari jabatan tuha peut desa setempat dan menggantinya dengan Ali Hasyimi tanpa alasan yang jelas.

Massa menuntut Yusnan membatalkan pencopotan Muhammad Nur dari jabatan tuha peut dan meminta kepada Camat Kluet Selatan, Surya Mursal, membatalkan rencana pelantikan Ali Hasyimi yang telah di keluarkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan oleh Bupati Aceh Selatan.

Firman, warga Desa Sialang menilai pencopotan Muhammad Nur dilatarbelakangi persoalan pribadi dengan kepala desa. Warga juga mempertanyakan keabsahan legalitas hukum keputusan itu karena surat rekomendasi pencopotan Muhammad Nur yang dikeluarkan oleh kepala desa hanya ditandatangani oleh 13 orang masyarakat yang disinyalir orang dekatnya saja.

“Seharusnya sesuai aturan yang berlaku, pencopotan dan pengangkatan tuha peut harus melalui musyawarah secara terbuka yang dihadiri seluruh perwakilan masyarakat, tapi kenyataannya justru di luar sepengetahuan masyarakat dengan tiba-tiba sudah keluar keputusan,” ungkap Firman.

Selain itu, hasil pengecekan pihaknya dari 13 orang yang menandatangani surat rekomendasi pencopotan Muhammad Nur tersebut, ada satu nama dua tandatangan dan beberapa lainnya diduga dipalsukan.

Karena sudah tersulut emosi, ratusan massa yang menggelar aksi demo pada malam itu, justru mendesak Kepala Desa Sialang, supaya segera mempertanggungjawabkan anggaran desa tahun 2015 sebesar Rp 201 juta yang diduga penggunaannya tidak jelas.

“Kepala desa harus mempertanggungjawabkan anggaran tersebut di hadapan hukum,” tegas Firman, yang mengaku terlibat sebagai anggota tim pelaksana pembangunan desa setempat.

Kepala Desa Sialang, Yusnan, yang dihubungi dari Tapaktuan Senin, 23 Mei 2016 menolak memberi jawaban, dengan alasan kurang sehat. “Saya sedang kurang sehat,” ujarnya singkat sembari memutus sambungan telehon.

Camat Kluet Selatan, Surya Mursal, membenarkan pada Minggu malam, 22 Mei 2016 seratusan masyarakat mendatanginya menuntut pembatalan rencana pelantikan tuha peut. Pihaknya, lanjut Surya, telah mengabulkan permintaan masyarakat, karena berdasarkan hasil pertimbangan pihaknya, keputusan pelantikan itu lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya.

“Kami tentu harus mempertimbangkan stabilitas politik di tengah-tengah masyarakat. Jika keputusan itu ternyata lebih banyak mudharatnya dari pada manfaat, maka lebih baik kita tunda dulu,” tegasnya.

Dia menjelaskan, keputusan pencopotan dan pengangkatan tuha peut di desa langsung diputuskan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Aceh Selatan berdasarkan usulan atau rekomendasi yang disampaikan oleh kepala desa melalui camat yang kemudian diteruskan kepada Bupati.

Atas dasar itu, kata Surya, pihaknya belum bisa menjawab tuntutan yang disampaikan seratusan masyarakat dalam aksi demonya tersebut, karena tidak ada kewenangan mengambil kebijakan pemberhentian dan pengangkatan tuha peut di desa.

“Menyangkut persoalan ini, saya segera akan mengkoordinasikannya dengan Bupati Aceh Selatan melalui Kepala Bagian Pemerintahan Setdakab. Apapun keputusan yang diambil oleh pihak atasan, kami siap menjalankan,” tegasnya.

Kepala Bagian Pemerintahan Setdakab, H Zulkarnaini mengatakan, pencopotan Muhammad Nur dari jabatan tuha peut Desa Sialang, Kecamatan Kluet Selatan merupakan pergantian antar waktu, berdasarkan usulan atau rekomendasi yang disampaikan pihak kepala desa melalui camat.

“Berdasarkan dokumen yang kami terima dari Camat Kluet Selatan, pergantian tuha peut tersebut merupakan hasil musyawarah masyarakat desa setempat. Kami ada bukti berita acara rapat yang ditandatangani perwakilan masyarakat. Atas dasar kelengkapan dokument itulah kami proses SK pergantian tuha peut, menyangkut ada aksi protes dari warga lainnya kami tidak tahu, bisa jadi masyarakat yang diundang dalam rapat tersebut tidak mewakili seluruhnya, melainkan hanya orang-orang dekat yang pro kepala desa saja,” tandas Zulkarnaini.[HM]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *