,

Produsen Produk Kemasan Plastik Diminta Salurkan CSR kepada Pemulung

TAPAKTUAN – Perusahaan yang memproduksi bahan makanan dan minuman dalam bentuk kemasan plastik diminta menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada para pemulung di Aceh Selatan.

Permintaan itu disampaikan pengamat ekonomi dan sosial Aceh Selatan, Palti Raja Siregar. Menurutnya, para pemulung yang jumlahnya terus meningkat di daerah itu telah membantu perusahaan-perusahaan besar produsen penghasil produk kemasan plastik maupun botol dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sehingga permasaalahan persampahan dapat teratasi.

Pihak perusahaan besar produsen produk kemasan plastik sudah sepantasnya memberikan perhatian serius kepada para pemulung, karena saat mengumpulkan barang bekas para pemulung terkatang mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan terhadap dirinya sendiri khususnya saat mengumpulkan barang bekas yang sulit diurai di alam.

“Sesuai PP Nomor : 81/2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, setiap produsen yang menggunakan kemasan berbahan plastik atau lainnya yang sulit terurai di alam atau dapat didaur ulang, memiliki kewajiban untuk menarik kembali sampah kemasan produknya tersebut dengan cara mendaur ulang kembali,” kata Palti di Tapaktuan, Kamis, 4 Agustus 2016.

Apalagi, sambung Palti, terus bertambahnya jumlah pemulung di Aceh Selatan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir merupakan sebuah fenomena sosial yang muncul akibat semakin sulitnya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan perekonomiannya sehari-hari.

Dia mengatakan, langkah pihak perusahaan besar terus memproduksi barang makanan dan minuman dalam bentuk kemasan plastik dan botol dengan aktivitas para pemulung yang tak henti-hentinya terus mengumpulkan barang bekas tersebut merupakan sebuah fenomena yang saling membutuhkan.

Karena para pemulung tidak bisa beraktivitas mengumpulkan barang bekas jika pihak perusahaan berhenti berproduksi, demikian juga pihak perusahaan akan mengalami kendala jika para pemulung tersebut berhenti beraktivitas mengumpulkan barang bekas.

Darmadi alias Idai, salah seorang pemulung di Kota Tapaktuan mengatakan, pekerjaan pemulung tidak boleh dipandang sebelah mata, karena tidak semua pemulung yang tidak memiliki keterampilan (skill). Pria tamatan SMA serta sudah puluhan tahun bekerja sebagai pemulung ini mengaku memiliki keahlian di bidang perbengkelan.

Menurutnya, pilihan bekerja sebagai pemulung disamping untuk menghidupi keluarga juga merupakan sebuah panggilan hati kecilnya untuk peduli dan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan serta meminimalisir permasaalahan persampahan.

“Atas dasar itu, maka kami mengharapkan kepada pihak perusahaan jika memang ingin menyalurkan dana CSR sebaiknya disalurkan secara langsung agar tepat sasaran. Karena tidak semua pemulung tidak memiliki keterampilan, jika ada modal kami siap mendirikan pabrik pengolahan barang bekas di Aceh Selatan ini,” kata dia.

Karena itu, dia meminta kepada perusahaan yang memproduksi barang kemasan plastik agar peduli terhadap pemulung yang telah turut membantu pihak perusahaan dalam mengatasi permasalahan sampah di tengah-tengah masyarakat. “Siapa yang mau mengutip sampah yang berserakan di pemukiman, pinggiran pantai dan sungai ? pemulung hadir mengisi celah kekosongan tersebut,” tegasnya.[Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *