,

Pria Asal Samosir Ditangkap Menambang Galian C di Gayo Lues

BLANGKEJEREN – Seorang pria berinisial KS warga Marpaung Bagasan, Desa Narumonda/VII Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, ditangkap aparat kepolisian ketika sedang menambang galian C di kawasan objek wisata Kala Pinang, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues.

Pria kelahiran 1989 itu ditangkap bersama AM warga dusun Putri Junte, Kecamatan Riit Gaib, Gayo Lues. KS merupakan operator alat berat jenis beco saat menambang, sementara AM sopir dum truck pengangkut galian C yang ditambang KS. Keduanya ditangkap aparat kepolisian dari Mapolsek Gayo Lues karena tidak bisa menunjukkan dokumen dan izin galian C saat diperiksa.

Kapolres Gayo Lues AKBP Bhakti Ery Nurmansyah melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama, Kamis, 30 Maret 2017 mengatakan, pihaknya mengamankan dua orang tersebut pada hari Rabu, 29 Maret 2017 di tempat wisata Kala Pinang saat sedang melakukan penambangan pasir pukul 12:00 Wib.

“Yang kita amankan kemarin berisial KS warga Marpaung Bagasan, Desa Narumonda VII Kabupaten Toba Samosir, pria kelahiran 1989 beragama katolik ini adalah sebagai supir alat beratnya, sedangkan satunya lagi adalah AM warga dusun Putri Junte, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, pria kelahiran 1974 ini sebagai supir tuck pengangkut pasir,” katanya.

Selain mengamankan kedua orang tersangka, polisi juga menyita satu unit alat berat (Beco) warna kuning, Satu unit mobil pick up jenis dum truck roda enam warna kuning bernomor Polisi BL 8515 B, barang yang diamankan itu akan dijadikan sebagai barang bukti tindak pidana dugaan kejahatan.

“Kedua orang ini diduga melanggar Pasal 158 UU RI No 04 Tahun 2009 terkait tindak pidana pertambangan mineral dan batu bara, dan saat ini kedua orang tersangka beserta barang bukti yang diamankan berada di Polres Gayo Lues guna melakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Sebelumnya, penambangan pasir atau galian C di Kabupaten Gayo Lues sangat marak dilakukan oleh pihak tertentu dengan menggunakan alat berat tanpa memiliki izin, sehingga sebagian areal persawahan dan perkebunan warga di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) mengalami abrasi.[Win Porang]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *