,

PPI Tanpa Docking, Nelayan Perbaiki Boat Secara Manual

TAPAKTUAN – Nelayan di Aceh Selatan harus menarik boat secara manual menggunakan tenaga manusia ke daratan untuk perbaikan, karena tidak adanya fasilitas docking. Para nelayan harus membawa boat yang rusak ke Pulau Banyak, Aceh Singkil karena disana tersedia fasilitas docking boat yang bisa difungsikan untuk memperbaiki kerusakan boat ukuran 5 hingga 30 GT.

Nasrijal (40), salah seorang pemilik boat yang dijumpai di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Lhok Bengkuang, Tapaktuan, Minggu, 2 April 2007 menuturkan, dalam sekali boat naik dock secara manual untuk perbaikan body yang sudah mulai rusak (keropos) di PPI itu, mereka harus mengeluarkan biaya antara Rp 2 – 3 juta untuk menarik boat ke daratan dengan menggunakan tenaga manusia.

Untuk menarik boat ukuran 5 – 30 GT, membutuhkan bantuan tenaga manusia antara 15 – 30 orang dengan waktu kerja sejak pagi hingga sore. Dengan ongkos kerja dalam satu hari mencapai Rp 100 ribu/orang.

“Upaya perbaikan kerusakan boat secara manual tersebut sebenarnya sangat beresiko. Sebab selain berpotensi mengancam keselamatan pekerja juga semakin memperparah kerusakan body boat, karena terjadi gesekan dengan kayu balok saat ditarik secara manual ke daratan,” jelasnya.

Nasrijal meminta kepada Pemkab Aceh Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan agar membangun fasilitas docking sederhana di PPI tersebut. Sehingga untuk keperluan perbaikan boat rusak, para nelayan setempat tidak perlu harus ke Pulau Banyak, Aceh Singkil.

“Sebenarnya jika Pemkab Aceh Selatan ingin membantu nelayan di sini, cukup dengan cara membangun fasilitas docking secara sederhana saja. Jangan justru seperti pembangunan fasilitas docking sebelumnya setelah selesai justru tidak bisa difungsikan,” ujarnya.

Keberadaan fasilitas docking boat yang telah dibangun di PPI Lhok Bengkuang oleh Pemkab Aceh Selatan sekitar tahun 2013 lalu, sebelumnya sempat dikritik dan dikecam oleh kalangan nelayan setempat. Soalnya, keberadaan fasilitas infrastruktur tersebut justru tidak bisa difungsikan setelah selesai dibangun. Akibatnya, bangunan yang dibangun dipinggir laut PPI Lhok Bengkuang terlihat sudah mulai rusak dihantam ombak karena sudah sangat lama terbengkalai.

“Diperkirakan bangunan docking tersebut memang sejak dari awal sudah salah perencanaannya namun tetap juga dipaksakan dibangun. Keberadaan bangunan itu sudah cukup lama terbengkalai tidak bisa dimanfaatkan sehingga hal itu sama saja dengan menghambur-hamburkan uang rakyat,” sesalnya.

Padahal, tambah Nasrijal, fasilitas docking boat ukuran 5 – 10 GT yang didamba-dambakan oleh para nelayan setempat selama ini adalah cukup dibangun secara sederhana saja yang memudahkan boat nelayan naik doc bukan seperti fasilitas yang telah dibangun sebelumnya tersebut.[HM]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *