,

PPI Lhok Bengkuang Sudah Tak Memenuhi Syarat

TAPAKTUAN – Akibat dibangunnya pasar rakyat, kini status Pangkalan Pendaratan Ikan (PPi) Lhok Bengkuang kini sudah tidak memenuhi syarat. Pasalnya, areal pendukung PPI yang disyaratkan 2 hektar kini sudah berkurang.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Yayasan Gampong Hutan Lestari (YGHL) Sarbunis, Kamis, 22 Maret 2018 di Tapaktuan. Menurutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor : PER.16/MEN/2006 salah satu syarat PPI harus ada fasilitas pendukung lahan sekurang-kurangnya sekitar 2 hektar. Karena lahan PPI yang ada selama ini telah dialihkan untuk pembangunan pasar rakyat maka lahan pendukung PPI sudah tidak ada lagi. Dengan demikian secara otomatis status PPI itupun sudah tidak memenuhi persyaratan lagi.

Ia menilai program yang dilaksanakan Pemkab Aceh Selatan terkesan asal jadi dan tanpa perencanaan yang matang, sebab pekerjaan proyek pembangunan Pasar Rakyat yang menelan anggaran mencapai Rp14 miliar lebih tidak saja mengganggu keberadaan PPI, tapi proyek itu diperkirakan juga akan menjadi proyek mubazir karena ratusan pedagang Inpres Tapaktuan telah menolak untuk menempati bangunan pasar itu.

Lahan PPI Lhok Bengkuang seluas 2 hektar tersebut sebelumnya merupakan lahan pemukiman warga setempat. Karena lahan itu direncanakan oleh Pemkab Aceh Selatan untuk pembangunan PPI semasa Bupati Said Muzahar Ahmad sekitar tahun 1980-an silam, maka warga setempat menyetujui dipindahkan (relokasi) ke tempat lain.

“Warga bersedia rumah tempat tinggalnya digusur saat itu karena lokasi tersebut diperuntukkan untuk pembangunan PPI. Karena sekarang ini lahan tersebut sudah dialih fungsikan untuk kepentingan lain, maka masyarakat sangat kecewa apalagi keberadaan Pasar Rakyat itu telah mengganggu keberadaan PPI yang telah ada sejak lama,” tegasnya.

Sarbunis meminta kepada Pemkab Aceh Selatan segera memperjelas kembali status lahan PPI seluas 2 hektar yang telah dibangun Pasar Rakyat tersebut. Mereka sangat berharap, keberadaan PPI Lhok Bengkuang tetap harus dipertahankan, apalagi PPI itu merupakan satu-satunya pelabuhan perikanan terbesar di ibukota Aceh Selatan.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan, Cut Yusminar menyatakan keberadaan PPI Lhok Bengkuang Timur yang berstatus PPI Pantai kelas D tetap akan dipertahankan meskipun tidak lagi didukung dengan kesediaan lahan pendukung seluas 2 hektar.

“Di situ kan masih ada Tempat Pendaratan Ikan (TPI) dan kolam labuh boat nelayan ukuran kecil, jadi operasionalnya tetap akan dipertahankan. Kalau berbicara persyaratan pendukung PPI harus ada lahan 2 hektar itu benar, tapi sekarang ini mau bagaimana lagi,” katanya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *