,

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan IRT Gampong Jawa

IDI – Hendra Gunawan (35) tersangka pelaku pembunuhan  Ibu Rumah Tangga (IRT) yang sedang hamil muda, Fatimah binti Rubi (37) warga Dusun Calok Geulima, Desa Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayek, Aceh Timur, murni bermotiv pencurian. Pelaku nekat menghabisi nyawa korban Senin dini hari, 30 Mei 2016 karena panik aksinya diketahui korban.

Hal itu diungkap Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman, SH, SIK, MH, yang didampingi Wakapolres Kompol Carile Syahputra Bustamam, SIK, Kabag Ops Kompol Rusman Sinaga dan Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu SH, dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Timur, Kamis 2 Juni 2016.

Hendri Budiman menjelaskan, jarak antara rumah pelaku (Hendra Gunawan) dengan rumah korban (Fatimah) tidak terlalu jauh, hanya terpaut beberapa rumah saja sehingga pelaku tahu persis situasi rumah korban. Bahkan korban tahu, jika yang masuk ke rumahnya adalah pelaku dan sempat meneriaki, Hendra pencuri, sehingga membuat pelaku panik dan berusaha melarikan diri ke arah dapur.

“Saat berada di dapur, korban sempat berhasil menangkap dan memeganginya kedua kaki pelaku. Lantas tiba-tiba pelaku melihat sebilah pisau di atas meja yang kemudian diambil oleh pelaku untuk menghajar korban. Setidaknya ada sebelas luka tusukan di tubuh korban,” jelas AKBP Hendri Budiman.

Kemudian setelah berhasil melukai korban, pelaku tidak langsung pulang ke rumahnya sendiri, melainkan pergi ke rumah kawannya yang terletak di seberang sungai (Pusong_red) dengan cara berenang, dan kepada kawannya pelaku mengaku meminjam uang dan pakaian. Setelah itu pelaku kemudian langsung melarikan diri ke Medan.

Akhirnya, pada Rabu pagi 1 Juni 2016 sekitar pukul 04:00 WIB pagi, pelaku berhasil ditangkap oleh Tim Gabungan Polres Aceh Timur yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha Waruwu SH, di tempat persembunyiannya di Komplek Sri Gunting Blok VI, No. 84, Kecamatan Sunggal Kota, Medan, Sumatera Utara.

“Atas perbuatannya, tersangka kami jerat dengan pasal 339 KUHP tentang kejahatan dengan menghilangkan nyawa seseorang dengan ancaman penjara seumur hidup atau paling singkat 20 tahun hukuman penjara,” pungkas Hendri Budiman.[IS]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *