,

Polisi Tembak Komplotan Jambret Sarung Merah

BLANGKEJEREN – Komplotan jambret sarung merah yang sering merampas tas ibu-ibu tas ibu-ibu pengendara sepeda motor di Kecamatan Blangkejeren akhirnya ditembak polisi. Para pelaku jambret tersebut biasanya menggunakan kain merah penutup wajah saat melakukan aksinya.

Penembakan bermula dari tertangkapnya salah seorang pelaku berinisial Ari (18) di Desa Bukit, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Ia kemudian digiring polisi untuk menunjukan rumah pelaku lainnya di Desa Akang Siwah, Kecamatan Blangpegayon.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendy Oktama SH, Senin, 1 Januari 2018 mengatakan, penangkapan Ari dilakukan pada hari Sabtu Tanggal 30 Desember 2017 sekitar pukul 22:30 WIB.

“Komplotan pencuri atau perampas tas ibu-ibu ini identik menggunakan kain sarung merah saat beraksi untuk menutupi kepalanya, mereka melakukan perampasan di tempat sepi saat ada ibu-ibu yang membawa tas mengendarai sepeda motor,” katanya.

Perampasan tas yang dilakukan kelompok kain sarung merah itu sempat menghebohkan warga Blagkejeren. Pasalnya, komplotan beraksi di jalan raya lintas Blangkejeren menuju Aceh Tenggara tepatnya di jalan dua jalur, kemudian di jalan Blangkejeren menuju Aceh Barat Daya (Abdya) tepatnya di daerah Gunyak dan depan kantor Pemadam Kebakaran, serta di beberapa desa lainya.

“Penangkapan yang kami lakukan ini bermula dari laporan salah satu korban yang mengaku tasnya dirampas di Desa Sere, Kecamatan Blangkejeren yang pelakunya menggunakan kain sarung warna merah, dan barang korban yang diambil di dalam tas berisi uang Rp 3 juta, emas 35 mayam, dua lembar STNK Sepmor, ATM dan buku tabungan, dengan total kerugian mencapai Rp 68 juta,” jelasnya.

Modus pelaku saat melakukan perampasan tas kata Kasat Reskrim adalah dengan cara menyerempet sepeda motor pelaku dan menarik tas yang ada ditanggan korban maupun menarik tas yang diletakkan di kotak dasbor sebelah kiri kendaraan matic korbanya.

“Atas laporan itu, kami melakukan penyelidikan dan kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku, karena mereka berkomplot, kami membawa pelaku ke desa Akang Siwah guna menunjukan keberadaan rekannya yang melakukan aksi, sesampainya di sana, Ari ini berusaha merebut senjata polisi dan melarikan diri,” ungkap Kasat.

Polisipun langsung melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke udara saat Ari mencoba kabur, namun ia tidak menghiraukan tembakan perigatan itu hingga akhirnya terpaksa dilumpuhkan dengan penembakan di bagian kaki.

“Karena sudah dilumpuhkan, rekan korban belum berhasil kami tangkap, dan kami terpaksa membawa korban dulu ke Puskesmas Blangkejeren guna melakukan perawatan, setelah itu baru dibawa ke Sel Polres Gayo Lues,” katanya.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka berupa satu dompet yang diambil dari stadion yang dibuang pelaku, kartu ATM, buku tabungan, dan satu unit Sepmor Yamaha Seon warna hijau.

Polisi Gayo Lues masih melakukan pengembangan terkait kasus kelompok kain sarung merah tersebut, dan identitas rekan-rekan tersangka sudah diketahui pihak kepolisian.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *