,

Polisi Tembak Duda Pemerkosa

BLANGKEJEREN – Aparat kepolisian dari Polres Gayo Lues terpaksa menembak Amir, duda berusia 26 tahun itu terlibat kasus pemerkosaan di Akang Siwah, Blangpeugayong, Gayo Lues. Polisi menghadiahi timah panas setelah Amir mencoba melarikan diri dan melawan petugas saat ditangkap. Atas perbuatannya itu, Amir kini menjadi penghuni perdana sel Mapolres Gayo Lues yang baru di Blangsere.

Amir warga Akang Siwah dilaporkan MI (19) asal Kute Ujung, Kute Panyang bersama pacarnya M (22) warga Dayah Kerakoh, Indra Jaya, Pidie yang ngekos di Blangkejeren. Kasus pemerkosaan itu bermula ketika Amir bersama Ahmad yang kini masik Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Gayo Lues, mencari puyuh liar di seputaran kebun jagung desa Akang Siwah. Saat hendak pulang, ia melihat MI dan M pacarnya parkir sepeda motor di sisi jalan dalam gelap malam, karena kehabisan bahan bakar minyak (BBM).

Amir dan Ahmad bukannya menolong sepasang muda mudi tersebut, tapi malah mengancamnya dengan dalih berduaan dalam gelap malam. Ia mengancam akan melapor sepasang kekasih itu ke warga dan polisi syariah (WH). Bila ditangkap WH kedua remaja itu akan dicambuk.

Mendapat ancaman seperti itu, MI dan M mencoba menjelaskan bahwa mereka bukan melakukan mesum di sana, tapi kenderaan mereka kehabisan BBM. Namun, Amir dan Ahmad tak mempedulikannya, mereka menangkap MI dan membawanya ke gubuk di tengah kebun jagung, sementara M pacar MI diikat.

Kepada polisi Amir mengaku tidak memperkosa MI, tapi hanya melakukan pelecehan seksual sebanyak tiga kali dalam gelap malam. “Saya hanya gesek-gesek saja sekali di pondok, sekali di kebun jagung kemudian lewat kendaraan, saya ajak pindah lagi cewek itu ke dekat semak-semak, disitu sekali lagi,” akunya.

Setelah puas, Amir memanggil Ahmad yang sebelumnya berjaga-jaga agar Amir bisa memuluskan niat bejatnya itu. Ahmad pun kemudian melakukan hal yang sama pada MI semantara Amir gantian berjaga-jaga.

Namun naas bagi keduanya, saat sedang melakukan aksinya itu, M pacarnya MI berhasil melepaskan diri dari ikatan dan mencari bantuan warga sekitar. Tak berapa lama warga pun datang, namun Amir dan Ahmad berhasil melarikan diri.

Warga kemudian menyarankan kepasa MI dan M untuk membuat laporan ke pihak kepolisian. Berbekal jaket pelaku yang tinggak di gubuk tengah kebun jagung, polisi akhirnya mendapat petunjuk. Saat hendak ditangkap kedua pelaku tidak lagi berada di Akang Siwah, karena sudah melarikan diri ke desa lain.

Kapolres Gayo Lues AKBP Bhakti E Nurmansyah yang didampinggi Kompol Suprapto dan Kabag Oops AKP Razali mengatakan keteragan Amir bohong belaka. Korban mengaku harus melayani nafsu bejat tersangka karena dibawah ancaman dilapor kepada WH, serta dibawah ancaman botol minuman keras yang telah dipecahkan dua orang tersangka tersebut.

“Kronologis yang disampaikan tersangka dengan keteragan korban tidak sama, dan itu hak tersangka, namun kita mengetahui bahwa keteragan yang dibuat tersangka ini adalah bohong,” tegas Kapolres.

Kapolres mengungkapkan, Amir yang sudah diketahui sebagai pelaku sering tidak berada di rumah. Selama pelarian ia bersembunyi di Agusen, Blangkejeren dan sesekali pulang.

“Saat kita mengetahui tersangka telah pulang ke desa Akang Siwah, tadi malam pukul 00:00 WIB langsung kita gerebek di rumah wawaknya. Karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas, dilakukanlah tembakan perigatan, namun tidak dihiraukan, sehingga dilumpuhkan di kaki sebelah kirinya,” kata Kapolres.

Setelah dilumpuhkan petugas kepolisian. Amir langsung dibawa ke Puskesmas Kota Blangkejeren untuk dilakukan pengobatan. Sampai di sana, perawat dan dokter yang bekerja di Puskesmas Blangkejeren meminta izin kepada Kapolres untuk mengebuki Amir.

“Sempat ditanya ibu-ibu itu apakah boleh dipukili lagi karena sudah sangat meresahkan masyarakat, namun saya tidak kasih, kan bisa jadi urusan lagi nanti,” ungkapnya.

Atas perbuatanya, Amir diancam hukuman penjara paling rendah 10,5 tahun, dan paling lama 14,7 tahun berdasarkan Pasal 48 Junto pasal 46 Qanun Aceh no 6 tentang hukum jinayah. Amir juga dikenakan hukuman cambuk 125 kali atau denda emas satu kilogram lebih.[Win Porang]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *