,

Polisi Tangkap Pedagang LPG di Atas HET

TAPAKTUAN – Anggota Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Aceh Selatan menangkap dua orang pedagang yang diduga menjual LPG 3 Kg bersubsidi tidak memiliki izin resmi dan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan Pemkab setempat.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Dedy Sadsono ST, mengatakan kedua pedagang yang diciduk pada Rabu, 27 Desember 2017 tersebut berinisial SN (46) dan AR (48), warga Gampong Batu Itam, Kecamatan Tapaktuan.

“Penangkapan ini dilakukan petugas menindaklanjuti laporan masyarakat selama ini yang merasa resah sering terjadi kelangkaan dan tingginya harga gas melampaui HET,” kata AKBP Dedy Sadsono kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis, 28 Desember 2017.

Menindaklanjuti informasi dari masyarakat, lanjut kapolres, pihak kepolisian menerjunkan sejumlah anggota Satreskrim guna melakukan pengintaian ke Gampong Batu Itam, Kecamatan Tapaktuan.

Hasil pengintaian dilapangan, ujar kapolres, polisi berhasil menemukan sebuah mobil pick-up warna hijau nomor polisi BL 8197 TA yang ditumpangi dua orang masyarakat inisial SN dan AR.

“Mobil tersebut juga turut membawa muatan sebanyak 30 tabung gas LPG bersubsidi kemasan 3 Kg. Saat diciduk petugas, tabung gas tersebut sedang diturunkan dari mobil pelaku,” ungkap AKBP Dedy Sadsono ST.

Sayangnya, kata kapolres, saat petugas meminta dokument resmi, pelaku justru tidak mampu menunjukkannya. Sehingga kegiatan usaha kedua pedagang tersebut menjual tabung gas selama ini diduga kuat tanpa dilengkapi surat izin resmi.

“Ternyata dirumah SN juga di temukan tabung gas yang sudah laku terjual sebanyak 3 buah dan dari keterangan SN dan AR diketahui bahwa tabung gas tersebut diperoleh dengan cara membeli dari pangkalan gas elpiji 3 kg dengan harga diatas ketentuan yang ada,” jelas kapolres.

Karena tidak memiliki izin resmi, selanjutnya petugas membawa barang bukti beserta terduga ke Polres Aceh Selatan guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Menurut Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono,ST kedua pelaku akan dijerat dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *