Polisi Tangkap Dum Truck Pengangkut 13 Goni Ganja

0
739

BLANGKEJEREN – Aparat kepolisian dari Polres Gayo Lues berhasil meringkus tiga orang penyeludup ganja kering diperbatasan Gayo Lues dengan Aceh Tengara di kawasan Umah Buner. Ganja yang dkemas dalam 13 goni dengan berat 380 kg diangkut menggunakan mobil dam trukc BK 8241 EJ yang rencanaya akan diselundupkan ke Medan, Sumatera Utara.

Wakapolres Gayo Lues Kompol Andiyano, yang didampingi Kasat Narkoba Syamsyuir, Aiptu Kasi Provam Aiptu Syamsuddin dan Aiptu A Dali Munthe saat pres rilis di Aula Mapolres, Senin, 24 Juni 2019 mengungkapkan, ketika pelaku yang diamaankan adalah Zulkarnain (35) warga desa Perapat Hilir, Keamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara selaku pemilik barang dan mobil, kemudian sopir mobil Helmi Raswadi (40) warga desa Lawe Penanggalan Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara dan Erwinsyah (37) warga desa Suka Makmur, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara.

“Hari Jumat kemarin kita mendapatkan informasi akan mobil bermuatan ganja akan berangkat ke daerah Aceh Tenggara, berdasarkan informasi itu, kami langsung melakukan penyelidikan dan memastikan kapan ganja ini akan diberangkatkan,” katanya.

Setelah ada informasi itu, anggota Satresnarkoba melakukan penjagaan di Pos Perbatasan Gayo Lues dengan Aceh Tenggara sejak Jumat malam, dan pada hari Sabtu sekitar pukul 06:00 WIB mobil jenis dum trukc yang dicurigai melintasi kawasan tersebut.

“Setelah kami hentikan mobil dum truck langsung dilakukan penggeledahan, alhasil, ganja ditemukan di dalamnya dengan jumlah 13 goni, 180 bal dengan berat 380 kg, dan barang bukti ganja, mobil bersama tersangka langsung kami amankan ke Polres Gayo Lues,” kata Kasat Narkoba.

Dari hasil penyelidikan, rupanya ganja itu diangkut dari desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Ganja itu dibeli Zulkarnain dari AM warga Agusen dengan harga Rp 300 ribu per kg, dan barang itu belum semua dijual, melainkan sebagian dititip oleh AM untuk diantar ke Medan yang sudah ditunggu pembelinya.

“Setelah kita dalami, rupanya Zulkarnain ini merupakan tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan yang kabur tahun 2013 lalu, padahal hukumanya sampai tahun 2025. Masalah ini akan kita koordinasikan dengan pihak Rutan Tanjung Gusta,” ujarnya.

Saat proses penyelidikan masih berlangsung di ruang Satres Narkoba, tersangka Helmi meminta izin untuk ke kamar mandi, polisi curiga lantaran tersangka berlama-lama di ruang kamar mandi. Iapun kemudian diminta masuk kembali keruang penyidikan untuk proses selanjutnya.

“Rupanya tersangka ini berusaha membuang narkotika jenis sabu tiga paket ke kloset kamar mandi, dan saat anggota masuk, ditemukan tiga paket, setelah diselidiki, rupanya sabu itu disimpan dalam celana dalamnya,” jelasnya. Akibat perbuatannya, ketiga tersangka terpaksa mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggung jawabakan perbuatanya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here