,

Polisi Kembali Temukan Tiga Hektar Ladang Ganja di Bakongan

TAPAKTUAN – Operasi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) Rencong 2016 lanjutan yang digelar tim gabungan dari Polres dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Selatan, Jumat, 15 April 2016 kembali menemukan ladang ganja seluas 3 hektar di kawasan Gunung Desa Simpang, Kecamatan Bakongan Timur.

Temuan ladang ganja tersebut sedikit berbeda dengan temuan sebelumnya, karena petugas menemukan beberapa kantong pupuk. “Pantasan saja tanaman ganja tersebut terlihat sangat subur, rupanya pemilik ladang ganja tidak cukup hanya dengan memanfaatkan kondisi tanah yang masih sangat alami di kawasan gunung itu, melainkan untuk mempercepat masa pertumbuhan serta kondisi batang dan daunnya agar tampak subur ditopang lagi dengan pemberian pupuk,” kata Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK melalui Kabag Ops, AKP Masril.

Masril menyatakan, operasi Bersinar di kawasan Gunung Desa Simpang, Kecamatan Bakongan Timur dengan mengerahkan kekuatan sebanyak 20 personil bersenjata lengkap itu, dipimpin langsung Wakapolres Aceh Selatan, Kompol Sabri SE MM dengan  melibatkan Kepala BNNK Nuzulian SSos, Kabag Ops Polres AKP Masril, Kasat Intelkam AKP Jamaluddin SH, Kapolsek Bakongan Timur Ipda Mirkam SE dan Kapolsek Trumon AKP Damri SH.

Sama seperti kasus sebelumnya, sambung Kabag Ops AKP Masril, keberadaan ladang ganja di kawasan Gunung Desa Simpang tersebut juga diketahui dari informasi yang disampaikan masyarakat.

Menerima laporan tersebut, tim gabungan langsung bergerak dari Mapolres Aceh Selatan di Tapaktuan sekitar pukul 02.00 WIB dinihari. Setelah menempuh perjalanan menggunakan kendaraan roda empat selama 1 jam, tim tiba di perkampungan penduduk Desa Simpang sekitar pukul 03.00 WIB dinihari.

Untuk menjangkau TKP, petugas harus menempuh jalan kaki dari kawasan persawahan milik masyarakat Desa Simpang selama 4 jam dengan menyusuri lereng gunung yang terjal dan mendaki.

“Kami bergerak dari kawasan persawahan milik masyarakat Desa Simpang sekitar pukul 03.00 WIB dinihari dan baru sampai ke titik lokasi sekitar pukul 07.00 WIB pagi,” sebut Masril.

Namun sayangnya, lagi-lagi sama seperti kasus sebelumnya. Saat sampai di lokasi petugas kembali tidak berhasil menciduk pemilik tanaman haram tersebut, karena ladang yang dipenuhi tanaman ganja dalam kondisi sangat subur itu dalam kondisi kosong tidak berpenghuni.

“Selain tanaman ganja yang tumbuh sangat subur, dalam ladang tersebut kami juga menemukan sebuah Goa yang diduga dijadikan sebagai tempat istirahat pemilik ladang ganja tersebut,” jelasnya.

Masril menyebutkan, dalam penemuan ladang ganja di atas lahan seluas 3 hektar tersebut petugas berhasil memusnahkan sebanyak 2.050 batang tanaman ganja dengan perincian sebanyak 1.800 batang tanaman ganja berukuran 2,5 meter yang sudah siap panen dan 250 batang lagi berukuran antara 20 hingga 40 cm.

“Total tanaman ganja yang kami musnahkan di lokasi dengan cara dibakar berjumlah 2.050 batang. Sedangkan sisanya sebanyak 200 batang lebih lagi dengan perincian 111 batang berukuran 2,5 meter dan 180 batang berukuran antara 20 hingga 40 cm diamankan di Mapolres Aceh Selatan sebagai barang bukti untuk mendukung proses pengusutan lebih lanjut,” ujarnya.[HM]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *