,

Polisi Kembali Tembak Komplotan Jambret Sarung Merah

BLANGKEJEREN – Aparat kepolisian Polres Gayo Lues kembali menangkap tersangka kedua dari komplotan jambret sarung merah yang kerap merampas tas ibu-ibu di jalan. Pelaku kedua itupun terkapar bersimbah darah saat dilumpuhkan tim Satres Polres Gayo Lues di tempat persembunyianya di Kutacane,Aceh Tenggara.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendy Oktama SH, Kamis, 4 Januari 2018 mengatakan, tersangka kedua itu berinisial ZA (20) eks pelajar warga desa Bukit, Kecamatan Blangkejeren yang masih satu desa dengan tersangka Pertama Ari (18) yang sebelumnya ditangkap dan dilumpuhkan setelah ditembak kakinya.

“Dari hasil pengembangan terhadap Ari, kita terus melakukan pengejaran terhadap ZA ini, dan disebutkan bahwa rekanya adalah ZA temanya satu desa, dari situlah kita terus mengumpulkan informasi,” katanya.

Setelah penangkapan Ari, anggota komplotan jambret sarung merah termasuk ZA rupanya lari bersembunyi di perkebunan warga. Saat hendak diciduk polisi ZA kembali kabur hingga akhirnya sampai di Kabupaten Aceh Tenggara.

“Terakhir kami terima informasi bahwa pelaku kedua itu berada di desa Telebak Bahu, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, kemudian kami berangkat ke lokasi persembunyianya, namun saat hendak dilakukan penangkapan, ZA ini berusaha kabur lagi,” ungkapnya.

Polisi pun langsung melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali, tetapi ZA tidak meghiraukan dan tetap berusaha kabur, sehingga dilumpuhkan dengan cara ditembak kakinya.

“Penangkapan itu terjadi pada 2 Januari 2018 kemarin. Setelah dilumpuhkan, kami langsung membawa pelaku ke Puskesmas Kota Blangkejeren guna melakukan perawatan, setelah itu baru kami bawa ke Polres Gayo Lues supaya bisa dilakukan penyelidikan,” katanya.

Dari hasil pegakuan kedua tersangka, komplotan jambret sarung merah, yang saat melakukan aksinya menutupi wajahnya dengan kain sarung warna merah, mengaku sudah berulang kali melakukan perampasan tas ibu-ibu di seputaran Blangkejeren.

Mereka sering beraksi di di jalan Blangkejeren menuju Aceh Tenggara di Desa Sere, di depan Kamp PT Pelita Nusa, dan di jalan Komplek Melati menuju RSUD Gayo Lues.

“Rupayanya komplotan ini juga yang menjambret tas milik ibu Dah di komplek Melati, dan beberapa tas ibu-ibu lainya, dan terakhir merak melakukan aksi berhasil merampas uang dan emas 35 mayam dengan total mencapai Rp 68 juta,” jelasya.[Win Porang]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *