,

Polisi Diminta Tidak Pilih Kasih Tertibkan Galian C

TAPAKTUAN – Ketua Forum Pemantau Kajian Kebijakan Pemerintah (Formak) Aceh Selatan, Ali Zamzami meminta kepada Kepolisian Resort (Polres) setempat tidak pilih kasih dalam melakukan penertiban usaha Galian C.

Menurutnya, pasca dilakukan langkah penertiban bulan November lalu terhadap usaha galian C yang izinnya telah berakhir maupun terhadap usaha yang tidak memiliki izin resmi sama sekali, masih ada usaha galian C yang tetap bebas beroperasi sementara sebagian usaha galian C lainnya ditutup. “Kondisi seperti ini seperti tidak ada keadilan sebab penegakan hukum terkesan pilih kasih atau diskriminasi,” ungkapnya, Kamis, 29 Desember 2016 di Tapaktuan.

Ia mencontohkan, galian C di Gunung Tuwi, Desa Blang Kuala, Kecamatan Meukek telah pernah dilakukan penertiban oleh tim gabungan dari Pemkab Aceh Selatan dan Polres beberapa waktu lalu. Bahkan salah seorang warga Desa Blang Kuala, Meukek berinisial TIH yang mengambil batu gajah di lokasi tersebut ditangkap polisi gara-gara tidak memiliki izin resmi.

Namun yang anehnya, kata dia, disekitar lokasi tersebut saat ini telah mulai beraktivitas lagi usaha pengambilan batu gajah oleh orang yang berbeda meskipun izin galian C orang tersebut diketahui juga telah mati sehingga statusnya sama dengan usaha galian C milik pengusaha lainnya.

“Hasil konfirmasi kami dengan dinas terkait juga menjelaskan bahwa dilokasi galian C Gunung Tuwi, Meukek tidak akan dikeluarkan lagi izinnya oleh Pemkab Aceh Selatan karena mengganggu pengguna jalan raya. Namun anehnya sekarang ini masih ada usaha pengambilan batu gajah oleh oknum tertentu. Seharusnya jika memang dilakukan penertiban harus secara menyeluruh bukan justru pilih kasih,” sesalnya.

Sebab menurutnya, langkah yang diambil pihak Polres Aceh Selatan tersebut telah mengundang kecurigaan kalangan masyarakat khususnya para pengusaha galian C di wilayah tersebut. Apakah karena oknum pengusaha galian C tertentu yang masih bebas melakukan aktivitas pengambilan batu gajah meskipun izinnya sama-sama sudah mati karena diduga sudah ada kongkalingkong.

Terkait persoalan tersebut, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Aceh Selatan, Iptu Darmawanto belum berhasil dikonfirmasi, ketika dihubungi ke beberapa nomor HP-nya, sebagian tidak aktif kecuali ada satu nomor kontak yang terdengar suara panggilan masuk namun tidak diangkat.

Sedangkan Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK yang dikonfirmasi melalui WhatsApp (WA) menyangkut persoalan tersebut berjanji akan mengkoordinasikan dengan Pemkab Aceh Selatan. “Nanti kita koordinasikan dengan Pemda,” ujarnya singkat.[Hendri Z]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *