,

Polisi dan Aktivis Bahas Kejahatan Lingkungan

TAPAKTUAN – Aparat kepolisian dari Polres Aceh Selatan bersama aktivis lingkungan Lembaga Suar Galang Keadilan (LGSK), Jumat, 20 Mei 2016 menggelar diskusi penegakan hukum terpadu terkait tindak pidana lingkungan hidup.

Diskusi yang digelar di Aula Mapolres Aceh Selatan itu juga membahas Standar Operasional Prosedur (SOP) tindak pidana tumbuhan dan satwa liar. Kegiatan advokasi satwa dan lingkungan hidup itu Uni Eropa dan TFCA Sumatera.

Acara dibuka Kapolres Aceh Selatan AKBP Achmadi SIK serta diikuti oleh perwakilan dari Kejaksaan Negeri Tapaktuan, perwakilan Pengadilan Negeri Tapaktuan, para perwira dan penyidik unit II Tipiter, para Kanit Reskrim seluruh Polsek, pejabat BBTNGL, pejabat Dinas Lingkungan Hidup, Dishutbun, Dinas Pertambangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, LSM lingkungan hidup dan instansi terkait lainnya.

Bertindak sebagai pemateri antara lain Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan Iptu Darmawanto SSos, koordinator program LSGK Missi Muizzan ST, pejabat dari BKSDA Provinsi Aceh, Dino Budi Satria SHut serta pejabat dari Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Aceh, Brigadir Wahyudi SH dan Bripka Wahyu Saputra SE.

Koordinator program LSGK, Missi Muizzan ST, mengungkapkan kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan keterpaduan dan optimalisasi penegakan hukum terkait lingkungan hidup.

“Ke depan diharapkan penanganan kasus kejahatan tindak pidana terhadap lingkungan hidup, sumber daya alam dan tindak pidana satwa liar di Aceh Selatan bisa tertangani dengan baik sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,” harapnya.[HM].

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *