Polisi Ciduk Mantan Polisi Pengedar Sabu

0
859

BLANGKEJEREN – Aparat Kepolisian Polres Kabupaten Gayo Lues menangkap dua orang pengedar narkotika jenis sabu-sabu di Kecamatan Blangkejeren bersama barang buktinya, salah satunya adalah mantan polisi yang dipecat Polda Aceh tahun 2014 silam di Banda Aceh karena terlibat dalam kasus penadahan.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat narkoba Iptu Syamsuir SH, Kabag Oops AKP Masri dan Kasubag Humas Aiptu A Dali Munthe, Jumat, 3 Mei 2019 mengatakan, kedua tersangka pengedar sabu-sabu itu ditangkap di tempat berbeda dan harinya berbeda.

“Penangkapan yang pertama kita lakukan pada hari Jumat tanggal 26 April 2019 di desa Penampaan, itu tersangkanya SUR alias Gepeng yang merupakan mantan anggota Polri, barang bukti yang kita temukan di ruang tamu di bawah kasur TSK berupa 31 paket siap dijual,” katanya.

Gepeng mengaku, jual beli sabu per paket yang dilakuknya sudah berlangsung selama dua bulan, dengan tujuan supaya keuntungan dari hasil penjualan sabu itu bisa dikonsumsinya tanpa mengeluarkan biaya. Sedangkan sabu yang ia jual itu sengaja dibelinya dari bandar sabu di Kabupaten Pidie.

“Harga sabu per paketnya bervariasi, mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu, dan selain untuk dijual, tersangka ini juga mengkonsumsinya sendiri. Dan akibat perbuatanya, ia dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 menyangkut peredaran narkoba junto 112, dengan ancaman hukuman paling rendah lima tahun penjara,” ungkapnya.

Sementara penangkapan pengedar sabu yang satunya berlangsung pada hari Kamis, 2 Mei 2019, dengan tersangka SUH (34) warga desa Durin, Kecamatan Blangkejeren. Kasus itu terungkap berdasarkan hasil pengembangan di Rumah Tanahan Blangkejeren yang ditemukan barang bukti sabu yang disimpan dalam bungkus rokok.

“Jadi setelah ditemukan barang bukti di dalam bungkus rokok ini pelakunya kita amankan dari LP atas nama Saleh Adri, kemudian kami kembangkan, dan langsung menggeledah rumah orang tua SUH karena disebut barang itu miliknya, akhirnya kita temukan semuanya 17 paket sabu, ada paket besar ada juga paket kecil, itupun ditemukan di dalam rumah, di kandang ayam, di tubuh TSK, serta ditemukan bungkusan plastik sisa pemakaian,” katanya.

TSK ini mengaku membeli sabu dari warga Aceh Tenggah dan kemudian mengecernya. Dalam sekali pemesanan, TSK membeli paket sabu sekaligus dengan harga per paket Rp 1,3 juta, sedangkan setelah laku terjual, uang yang didapatkan mencapai Rp 17 juta per paket.

“Kami berharap agar masyarakat Gayo Lues senantiasa melaporkan kepada kami jika mengetahui adanya transaksi narkotika, atau jika mengetahui adanya warga yang menyimpan narkotika, supaya peredaran narkoba bisa diberantas,” pintanya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here