,

Polemik Proyek RSUD YA Sudah Sampai ke Menteri

TAPAKTUAN – Polemik proyek Rumah Sakit Umum Daerah Yulidyn Away (RSUD YA), Tapaktuan, Aceh Selatan tentang perusahaan rekanan yang di-black list oleh Lembaga Kajian Pengadaan Barang Pemerintah (LKPP) kini sudah sampai ke kementerian terkait di Jakarta.

Hal itu diungkapkan H Ruslan selaku kontraktor pelaksana pekerjaan proyek senilai Rp 38,9 miliar tersebut. menurutnya, persoalan black list PT Araz Mulia Mandiri oleh LPPP sedang dibahas oleh pejabat terkait baik ditingkat kabupaten, provinsi hingga menteri terkait di Jakarta.

“Persoalan ini sudah sampai ke menteri terkait di Jakarta. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Kajari dan Kapolres Aceh Selatan termasuk Kajati dan Kapolda Aceh di Banda Aceh. Apapun keputusan yang akan diambil kami siap menerimanya,” kata H Ruslan, Kamis, 19 Oktober 2017 di Tapaktuan.

H Ruslan yakin pejabat terkait yang berwenang menangani persoalan itu akan mengambil keputusan secara arif dan bijaksana. Sebab, keberadaan fasilitas bangunan rumah sakit regional sangat dibutuhkan oleh daerah untuk terwujudnya pelayanan kesehatan yang prima serta berkualitas bagi masyarakat.

“Kami yakin, pasti ada pertimbangan-pertimbangan khusus yang akan diambil oleh pejabat terkait. Sebab keberadaan proyek ini untuk kepentingan masyarakat luas demi untuk terpenuhinya hak-hak dasar warga,” lanjutnya.

Terkait timbulnya keputusan sampai memakai PT Araz Mulia Mandiri saat mengikuti proses tender, menurut H Ruslan pihaknya sama sekali tidak mengetahui bahwa perusahaan itu sebelumnya telah masuk dalam daftar hitam LKPP.

Menurutnya, PT Araz Mulia Mandiri yang sekitar tahun 2015 – 2016 mengerjakan proyek pembangunan Tugu Kilometer O di Pemko Sabang di bawah Badan Penguasaan Kawasan Sabang (BPKS), belakangan baru diketahui sudah dijatuhkan sanksi black list oleh BPKS akibat alasan tertentu.

Namun sayangnya, kata Ruslan, keputusan black list tersebut baru dikeluarkan sekitar bulan September 2017 lalu, persis disaat telah selesainya proses tender serta pembangunan proyek rumah sakit regional Aceh Selatan sudah dimulai dikerjakan.

“Jika saja keputusan black list itu jauh-jauh hari diumumkan, tidak mungkin saya memakai perusahaan tersebut. Masih banyak perusahaan lain yang bisa digunakan,” tegas Ruslan.

Untuk posisi progress pekerjaan sekarang ini, sebut Ruslan, pihaknya telah berhasil merampungkan pekerjaan fisik hingga mencapai 50 persen lebih. Sedangkan anggaran yang baru ditarik (dicairkan) baru hanya sekitar kurang dari 30 persen.

“Anggaran yang sudah ditarik tergolong masih sangat kecil yakni kurang dari 30 persen meskipun progress pekerjaan sudah lebih dari 50 persen. Kami siap menerima keputusan apapun yang akan diambil pemerintah, sejauh pekerjaan fisik yang sudah kami kerjakan akan dibayar,” tegasnya.[HM]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *