Plt Gubernur Aceh Jangan Buat Persoalan Gedung KONI Berlarut

0
173

BANDA ACEH – Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah diminta untuk tidak menunda-nunda penyelesaian sengketa penggunaan Gedung Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Aceh dan kolam renang Tirta Raya. Persoalan tersebut harus diselesaikan sampai tuntas bersama Komando Daerah Militer (Kodam) Iskandar Muda.

Permintaan itu disampaikan Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh, Papua, dan Keistimewaan Yogjakarta, H Firmandez, Rabu, 7 Agustus 2019. Menurutnya, meskipun proyek pembangunan gedung KONI Aceh direncanakan akan dialihkan ke komplek Stadion Lhong Raya, tapi sengketa pemakaian Gedung KONI Aceh harus tetap diselesaikan.

“Sengketa itu sudah berlarut-larut dari masa lalu, Plt Gubernur Aceh harus punya inisiatif untuk menyelesaikannya dengan pihak Kodam Iskandar Muda selaku pemilik aset. Jangan persoalan ini kemudian diwariskan lagi kepada pemerintahan yang akan datang, tidak boleh lepas tangan begitu saja,” ujar H Firmandez.

H Firmandez yang pernah bertugas di Komisi I DPR RI yang membidangi urusan bidang pertahanan, intelijen, luar negeri, komunikasi dan informatika ini menambahkan, penyelesaian sengketa aset antara Kodam dengan Pemerintah Aceh haruslah diselesaikan dengan cara-cara persuasif, melalui komunikasi yang baik.

“Pemerintah Aceh dalam hal ini Plt Gubernut Aceh harus mengambil sikap yang bijaksana. Bangun komunikasi yang baik dengan pihak Kodam Iskandar Muda, kan Pangdam Iskandar Muda salah satu unsur Forkopimda Aceh,” lanjut anggota Komisi VII DPR RI ini.

Ketua Departemen Hubungan Antar Lembaga DPP Golkar ini menambahkan, komunikasi dalam pemerintahan sangatlah penting untuk kelangsungan pembangunan daerah. Adalah hal yang tidak lumrah ketika pembangunan dilakukan tanpa sepengetahuan apa lagi seizing yang punya lahan.

“Kita tidak persoalan siapa yang bangun, tapi yang kita patut pertanyakan adalah, kok komunikasinya mandeg begitu, sehingga terjadi penyegelan dan pembangunan gedung sarana olah raga itu terhenti. Saya benar-benar tak paham bagaimana komunikasi yang dibangun Pemerintah Aceh saat ini,” tegas H Firmandez.

H Firmandez menambahkan, bukan hanya persoalan gedung KONI Aceh dan kolam renang Tirta Raya saja yang harus diselesaikan Pemerintah Aceh bersama Kodam Iskandar Muda, tapi juga sejumlah aset lainnya yang masih bermasalah. Penyelesiaan bisa dilakukan melalui ganti lahan (ruislag) atau mekanisme lainnya yang disepakati bersama.

“Jadi, masalah warisan tahun 1980-an ini jangan berlarut-larut lagi. Tuntaskan sekarang juga agar tidak menambah polemik di kemudian hari. Saya yakin Pemerintah Aceh dan Kodam Iskandar Muda sama-sama punya niat baik. Tertib aset itu harus ada dalam peemrintahan,” pungkas H Firmandez.[HK]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here