,

PLN Aceh Jamin Ketersediaan Listrik Bagi Investor

BANDA ACEH – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero Wilayah Aceh, menjamin ketersediaan listrik bagi investor yang akan berinvestasi di Aceh. Penegasan itu disampaikan Manager PLN Wilayah Aceh, Jefri Rosiadi, Senin, 19 Maret 2018.

Hari itu, PLN Aceh melakukan penandatanganan naskah Nota Kesepahaman (MoU) bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Iskandar, pada acara Customer and Investor Forum 2018 di Hotel Kyriad Muraya.

Manager PLN Wilayah Aceh, Jefri Rosiadi mengatakan di samping menjamin ketersediaan listrik, maksud dari MoU tersebut adalah sebagai pedoman bersama antara Pemerintah Aceh yang diwakili oleh DPMPTSP dan PLN dalam meningkatkan promosi investasi dan mensinergikan informasi dalam pelayanan kemudahan mendapatkan listrik bagi investor bagi mengoptimalkan penyerapan investasi di Aceh.

“Intinya, Pihak PLN mendukung penuh program percepatan penyerapan investasi dan pertumbuhan ekonomi di Aceh dengan menjamin ketersedian listrik dan bekerjasama dalam kegiatan promosi investasi yang dilakukan oleh para pihak,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Iskandar mengatakan minat investor untuk menanamkan modal di Aceh terus meningkat seiring dengan pertumbuhan perekonomian nasional, yang tentunya harus kita sambut dengan kesiapan infrastruktur dan persiapan yang memadai, terutama ketersedian listrik yang selama ini sering menjadi kendala.

“Alhamdulillah mulai hari ini, PLN selaku penyedia layanan listrik nasional bersedia menjamin ketersediaan energi yang dibutuhkan untuk memulai kegiataan usaha di Aceh,” kata Iskandar.

Model seperti ini tutur Iskandar merupakan kunci dalam memastikan kelancaran usaha bagi para calon investor dan pengusaha yang menjadi tonggak untuk kemajuan Aceh ke depan.

Menurutnya, pemerintah saat ini terus melakukan reformasi birokrasi dan penyerdehanaan proses izin, termasuk dengan membentuk Satuan Tugas (satgas) percepatan kemudahan berusaha di tingkat nasional, provinsi dan kabupaten/kota serta aplikasi permohonan izin Online Single Submission (OSS).

“Implementasi dari OSS ini kita harapkan mampu mengubah mindset para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari regulator menjadi pelayan masyarakat. Jadi nanti para investor tinggal datang ke Kantor DPMPTSP, dan para petugas akan mengisi semua persyaratan yang dibutuhkan melalui OSS,” jelas Iskandar.

Dengan adanya infrastruktur yang mendukung, ketersediaan energi dan pelayanan perizinan yang terintergrasi, Iskandar berharap realisasi investasi di Aceh dapat meningkat.[rls]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *