,

Pimpinan Pesantren Aniaya Santriwati Hingga Pingsan

BLANGKEJEREN – Seorang santriwati di Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten Gayo Lues melaporkan pimpinan pesantren ke Polres Gayo Lues karena melakukan penganiayaan.

Kapolres Gayo Lues AKBP Eka Surahman melalui Kasat Reskrim Iptu Eko Rendi Oktama, Minggu, 10 September 2017 pukul 23:15 WIB mengatakan, laporan diterima Kepolisian pada hari Rabu tanggal 6 September 2017 dengan nomor LP/64/IX/2017/SPKT, dan saat ini sedang dilakukan penyelidikan.

“Yang melaporkan ke Polisi berinisial FA (17) bersetatus sebagai pelajar, alamatnya di desa Cinta Maju, Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten Gayo Lues. Sedangkan yang dilaporkanya adalah Tgk Y (37) warga desa Cinta Maju juga,” katanya sebagai saksi pelapor penganiayaan itu berinisial JL (17) juga warga desa Cinta Maju.

Penganiayaan itu kata Kasat Reskrim bermula hari Selasa tanggal 5 September 2017 sekitar pukul 15:00 Wib, pelapor pulang kembali ke pesantren setelah izin permisi menjenguk keluarganya yang sakit di Kecamatan Pantan Cuaca, korbanpun dipanggil oleh Tgk Y selaku pimpinan pesantren seraya menanyakan kenapa terlambat.

“Kemudian terlapor menyuruh pelapor yang masih di bawah umur ini untuk tidur di rumahnya, dan sekitar pukul 22:00 WIB, pelapor dibawa ke kamar mandi dan langsung dimandikan hampir 30 menit lamanya,” katanya.

Hukuman yang diberikan Tgk Y tidak hanya memandikan santriwati 30 menit dimalam hari saja, melainkan setelah itu selesai, santriwati ini disuruh menganti baju, dan diminta menghadap keruangannya.

“Sesampainya di dalam ruangan terlapor, pelapor ini dipukuli lagi beberapa kali oleh terlapor menggunakan gagang sapu yang terbuat dari kayu, sehingga mengakibatkan pelapor mengalami luka di bagian tubuhnya dan tidak sadarkan diri (pingsan),” jelasnya.

Akibat pemukulan itu, FA harus dilarikan ke salah satu rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan selama dua hari, dan saat ini korban sudah pulang ke rumahnya serta kondisinya berangsur pulih meskipun masih dalam keadaan pucat dan ketakutan.

“Kami akan terus melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban, dan kami juga sudah melakukan visum terhadap pelapor di puskesmas kota Blangkejeren. Sedangkan sangkaan terhadap terlapor yaitu Pasal 351 KUHP,” katanya. [Win Porang]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *