,

Pilkada Jangan Mencederai Perdamaian Aceh

BANDA ACEH – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh yang akan dilaksanakan tahun depan diharapkan tidak sampai mencederai perdamaian. Siapa pun boleh maju tapi damai harus tetap dijaga.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim Pemantau Otonomi Khusus (Otsus) Aceh di DPR-RI, H Firmandez, Sabtu, 2 April 2016. Menurut politisi Golkar ini, Pilkada hanya proses demokrasi dalam transformasi kepemimpinan di daerah yang dilakukan lima tahun sekali, sementara damai Aceh merupakan sesuatu yang harus dirawat sepanjang masa.

Anggota DPR RI asal Aceh ini mengajak semua pihak untuk menjaga kelanggenan dan keberlanjutan perdamaian Aceh. Jangan gara-gara perebutan kekuasaan mengorbankan kepentingan Aceh yang lebih besar.

Firmandez juga menegaskan, tanggung jawab menjaga perdamaian bukan hanya di pundak pemerintah saja, tapi seluruh elemen masyarakat.”Mari bahu membahu bergandengan tangan menjaga perdamaian Aceh. Para perusak perdamaian (spoilers of peace) harus dijadikan sebagai musuh bersama. Damai Aceh lebih penting dari pada pilkada,” tegasnya.

Terkait perbedaan pilihan dan perbedaan pendapat dalam memaknai dan mengisi perdamaian, menurut Firmandez itu hanya persoalan pilihan saja. “Jika ada hal-hal yang belum tuntas terkait perdamaian Aceh, apakah itu soal regulasi, turunan Undang-undang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan bendera Aceh. Itu bisa diselesaikan secara bijak, jangan dijadikan komoditas politik untuk kampanye hitam (black campaign) dalam Pilkada,” tegas Firmandez.[Isn]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

One Ping

  1. Pingback:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *