Petani Gayo Lues Tolak Impor Jagung

0
190

BLANGKEJEREN – Para petani di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, menolak impor jangung. Pasalnya, impor jagung membuat harga jagung dalam negeri jatuh. Pada awal 2019, harga jagung di negeri seribu bukit itu mencapai Rp 4.100 per kilogram dari sebelumnya hanya Rp 3.200 saat adanya impor jagung.

Suhar petani jagung di Kecamatan Blangkejeren, Senin, 11 Februari 2019 meminta pemerintah membatasi impor hasil pertanian untuk mensejahtrakan para petani, dan pembatasan barang impor akan meningkatkan harga hasil pertanian seperti jagung dan bawang.

“Tahun 2018 lalu banyak sekali jagung yang diimpor pemerintah, hasilnya harga jagung dalam negeri hanya berkisar Rp 2.800 hingga Rp 3.200 per kilogram. Dan diawal tahun 2019 ini, jagung impor belum ada, dan harga jagung sekarang mencapai Rp 3.800 hingga Rp 4.300 per kilogram,” jelasnya.

Dalam satu hektar lahan jagung, Suhar mengaku hanya bisa mendapatkan keuntungan bersih Rp 5 juta hingga Rp 7 juta ditahun 2018 silam, tetapi dengan kenaikan harga di tahun 2019 ini, keuntungan yang diperoleh berkisar Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per hektar, keuntungan itu tergantung dengan kondisi jagung yang dipanen.

“Pokoknya sangat terbantulah kami jika pemerintah tidak mengimpor jagung, dan saya selaku petani sangat menolak jika ada niat pemerintah untuk mengimpor jagung lagi, terlabih lagi sekarang ini musim panen petani jagung, pokoknya kalau bisa janganlah ada lagi impor jagung,” harapnya.

Wais petani jagung di daerah Penggalangan juga berharap yang sama kepada Pemerintah, katanya, selama petani sedang musim panen jagung jangan ada impor jagung agar harga jagung dalam negeri tidak anjlok.

“Mungkin jagung lokal tidak cukup untuk pabrik, ya tidak masalah kalau harus diimporpun, tapi jagan pas lagi musim panen sekarang ini, kan bisa turun harganya. Kalaupun mau impor, pemerintah harus melihat situasi dulu, supaya petani dan pemilik pabrik tidak dirugikan,” katanya.[Win Porang]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here