Pesona Aceh Dalam Perang Bude Trieng

0
377

Menjelang akhir bulan suci Ramadhan atau menjelang hari raya Idul Fitri suara dentuman meriam bambo dan karbit bergelegar dan bersahutan di hampir semua kampung di Pidie dan Pidie Jaya.

Kegiatan tot bude trieng ini sudah menjadi tradisi tahunan anak muda Aceh di dua daerah tersebut, begitu juga dengan beberapa daerah pesisir barat dan utara Aceh lainnya. Menariknya, warga tak merasa terganggu dengan suara dentuman meriam tersebut, saban malam. Malah ada yang suka rela “mengungsi” ke daerah lain di luar radius suara dentuman meriam bambu tersebut.

Menariknya, perang bude trieng antar kampung ini, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sejak Juni 2017 lalu sudah memasukkan tradisi tot bude trieng ini dalam salah satu paket wisata pesona lebaran di Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh kala itu, Reza Fahlevi mengungkapkan bahwa paket wisata tot bude trieng itu dirancang khusus dan ikut melibatkan pelaku industri pariwisata di Aceh.

Setelah merancang program paket wisata tot bude trieng dalam pesona lebaran Aceh tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh terus mempromosikan event-event unit di Aceh, termasuk perlombaan tot bude trieng antar kampung. Semua itu dikemas bersama dengan paket wisata menarik lainnya yang bersifat tematis, seperti persona Ramadhan dan lebaran di Aceh.

Keunikan tradisi anak muda Aceh itu yang sangat berbeda dengan daera-daerah lainnya itu dinilai memiliki nilai jual untuk pariwisata, apa lagi dikemas dengan aktivitas spiritual selama Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, seperti takbiran dan ziarah ke objek-objek wisata spiritual yang ada di Aceh.

Selama ini ada sepuluh top destinasi wisata di Aceh yang ramai dikunjungi wisatawan lokal dan manca negara, yakni: Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Museum Tsunami Banda Aceh, Situs Kapal PLTD Apung Banda Aceh, Pantai Lampuuk Aceh Besar, Monumen Kilometer Nol RI Sabang, Pantai Iboih Sabang, Pantai Anoi Itam Sabang, Danau Laut Tawar Aceh Tengah, Pacu Kude Gayo dan Komplek Kerajaan Samudera Pasai Aceh Utara.[Iskandar Norman]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here