Pertumbuhan Ekonomi Aceh Melambat

0
115

BANDA ACEH – Pertumbuhan ekonomi Aceh pada triwulan III tahun 2018 hanya sebesar 4,03 persen, lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang mencapai 5,71 persen. Pertumbuhan ekonomi Aceh tahun 2019 juga diperkirakan akan lebih rendah antara 3,70 persen hingga 4,10 persen, malah bisa jadi lebih rendah dari perkiraan tersebut.

Hal itu terungkap dalam laporan Kajian Ekonomi dan Keuangan Aceh yang dilansir Bank Indonesia (BI). Menurut data BI dari sisi sektoral, perlambatan pertumbuhan ekonomi Aceh bersumber dari sektor konstruksi, administrasi pemerintahan, dan pertanian. Sementara dari sisi pengeluaran, perlambatan terutama disebabkan penurunan kinerja konsumsi pemerintah, investasi, dan konsumsi rumah tangga. ​

Tingkat realisasi pendapatan terhadap pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) pada triwulan III-2018 tercatat lebih tinggi dibandingkan realisasi periode yang sama di tahun sebelumnya. Peningkatan realisasi pendapatan tersebut bersumber dari peningkatan realisasi Pendapatan Perimbangan/Transfer serta Pendapatan Asli Daerah.

Selanjutnya, realisasi belanja terhadap pagu APBA mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Penurunan realisasi belanja APBA terutama didorong oleh penurunan realisasi Belanja Operasi. Kondisi penurunan realisasi juga terjadi pada APBN yang bersumber dari pos Belanja Pegawai, Belanja Modal, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Dana otsus. ​
Selain itu, inflasi di Aceh pada triwulan laporan disumbang oleh kelompok administered prices, volatile food, dan core. Secara rata-rata bulanan, Aceh mengalami penurunan inflasi yang cukup signifikan jika dibandingkan rata-rata inflasi bulanan pada triwulan sebelumnya sebagai dampak dari kembali normalnya permintaan di akhir triwulan tersebut.

Penyaluran kredit kelompok korporasi masih menunjukkan peningkatan kinerja diiringi dengan penurunan risiko yang tercermin dari penurunan non performing loan (NPL). Selanjutnya, Kinerja penyaluran kredit kelompok rumah tangga pada triwulan laporan tercatat mengalami peningkatan. Kondisi tersebut didukung oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) Perseorangan yang meningkat serta risiko kredit rumah tangga yang menurun dan di bawah ambang batas NPL 5 persen.

Sementara itu, pertumbuhan penyaluran kredit UMKM tercatat meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya. Dilihat dari resikonya, NPL kredit UMKM mengalami penurunan namun masih berada di atas 5 persen. ​

Perekonomian Aceh sepanjang tahun 2019 diperkirakan tumbuh pada kisaran 3,70 persen hingga 4,10 persen atau berpotensi lebih rendah dibandingkan perkiraan kinerja ekonomi tahun sebelumnya (4,18 persen hingga 4,58 persen).

Kondisi penurunan tersebut diperkirakan akan bersumber dari penurunan konsumsi rumah tangga dan ekspor. Sementara itu, tekanan inflasi diperkirakan akan sedikit mengalami peningkatan dibandingkan 2018 dan berada pada rentang 3,53 persen hingga 3,93 persen yang diperkirakan bersumber dari inflasi volatile food dan administered price.[rls]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here