,

Pertemuan 54 Rektor se-Aceh, Radikalisme Bukan Hanya Isu Agama

BANDA ACEH – Radikalisme bukan hanya terkait isu agama, tapi setiap sikap yang ekstrim bisa berkembang menjadi radikal. Hal tersebut mencuat dalam pertemuan 54 Rektor perguruan tinggi negeri dan swasta se-Aceh, Kamis, 14 September 2017 di Balai Senat Kantor Pusat Administrasi (KPA) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).

Pertemuan yang digagas oleh Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Aceh tersebut dibuka oleh Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Samsul Rizal MEng. Ketua Dewan Pimpinan Derah (DPD) Pospera Aceh, Tarmizi selaku Organizing Committee (OC) menjelaskan, pertemuan tersebut bertujuan untuk memetakan potensi-potensi radikalisme di Aceh, sehingga bisa segera dicarikan solusi pencegahannya.

“Aceh sebagai daerah bekas konflik punya potensi untuk itu. Ini merupakan pertemuan awal, sebelum dilakukan pertemuan nasional di Bali nanti pada 26 dan 27 September 2017,” jelas pria yang sering disapa Wak Tar tersebut.

Tarmizi melanjutkan, dilibatkannya para rektor dalam isu pencegahan radikalisme dilakukan karena kampus merupakan tempat untuk membentuk paradigm berpikir, sehingga peran kampus sangat diharapkan dalam mencegah masuknya benih-benih raikalisme.

“Jadi, radikalisme ini bukan hanya isu agama, tapi setiap sikap yang ekstim bisa berkembang menjadi radikalisme. Selama ini intoleransi berkembang melalui sikap-sikap radikal, maka kemudian muncul radikalisme,” ungkap Tarmizi.

Sementara itu Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal dalam sambutannya menjelaskan, pertemuan tersebut bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai radikalisme sehingga seluruh perguruan tinggi di Aceh memiliki pandangan yang sama. “Pertemuan ini dilatarbelakangi keadaan Indonesia belakangan ini. Aksi ini dari kita untuk kita. Diharapkan nanti ada aksi lanjutan setelah deklarasi,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. Jasman J Ma’ruf SE MBA. Menurutnya, pertemuan tesrebut merupakan wujud semangat menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ia berharap pertemuan tersebut bisa melahirkan butir-butir deklarasi yang menampung aspirasi dari seluruh perguruan tinggi di Aceh.

dari 54 rektor yang hadir dalam pertemuan itu diantaranya adalah, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, Rektor Unmuha Drs H Muharrir Asy’ari Lc Mag, Rektor Unimal Prof. Dr. Apridar M.Si, Pjs Rektor Universitas Cut Nyak Dhien Langsa Husaini, Rektor Universitas Almuslim Bireuen Amiruddin Idris, Direktur AMIk Jabal Ghafur Bukhari, Ketua STIKES Harapan Bangsa Banda Aceh Reza Kurnia, serta para rektor dan direktur perguruan tinggi lainnya di Aceh.[HK]

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *