,

Perpanjangan Landasan Bandara T Cut Ali Terancam Gagal

TAPAKTUAN – Rencana Kementerian Perhubungan RI melakukan perpanjangan landasan pacu serta pelebaran bangunan terminal Bandar Udara (Bandara) T Cut Ali, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan terancam gagal. Pasalnya, hingga menjelang akhir tahun 2016 proses pembebasan belum tuntas.

Dari 1.200 hektar lahan yang dibutuhkan untuk perluasan Bandara T Cut Ali, sampai saat ini baru sekitar 700 hektar yang sudah mendapat persetujuan untuk dibebaskan dari pemiliknya sedangkan 500 hektar lagi belum ada kejelasan.
 
Mukim Rasian, Kecamatan Pasie Raja, Tgk Sulaiman membenarkan bahwa proses pembebasan lahan yang sudah didelegasikan kepada pihak kecamatan dan mukim serta desa oleh Bupati Aceh Selatan sampai saat ini belum membuahkan hasil maksimal.
 
“Hasil lobi dan pendekatan yang telah kami lakukan bersama pihak camat, mayoritas warga pemilik tanah sudah menyetujui pembebasan lahan miliknya, namun yang menjadi kendala saat ini adalah masih ada beberapa warga lainnya yang belum ada titik temu terkait penetapan harga. Lokasi lahan yang belum disetujui tersebut persis berada di ujung landasan pacu bandara,” ungkap Tgk Sulaiman.
 
Menurutnya, beberapa warga yang belum menyetujui pembebasan lahan tersebut mengaku bahwa mereka tidak ingin membuat urusan dalam proses pembebasan lahan dimaksud melalui perantara baik dengan pihak mukim dan kepala desa maupun dengan pihak camat. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, mereka meminta supaya dipertemukan langsung dengan pejabat teras Pemkab Aceh Selatan.
 
“Karena sudah buntu, maka kami bersama pihak camat sudah memutuskan untuk menyerahkan persoalan kepada pihak Pemkab Aceh Selatan, sebab satu-satunya solusi penyelesaian masalah ini hanya melalui pejabat di kabupaten sesuai permintaan pemilik tanah,” ujarnya.
 
Camat Pasie Raja, Said Ali membenarkan hal tersebut. Menurutnya, dari sejumlah warga pemilik lahan di lokasi tersebut tinggal sekitar lima orang lagi yang belum setuju untuk di bebaskan, namun setelah melihat lima orang ini benar-benar keras melakukan penolakan maka sekarang ini sudah bertambah lagi warga yang menolak tanahnya dibebaskan.
 
“Alasan mereka menolak pembebasan lahan adalah karena harga yang mereka minta sebesar Rp 100.000 permeter tidak dipenuhi oleh Pemkab Aceh Selatan. Harga sebesar itu kami nilai terlalu tinggi, sebab standar harga tanah di lokasi tersebut sekarang ini maksimal sebesar Rp 50.000 permeter,” jelasnya.
 
Sementara itu, Kepala Bandar Udata T Cut Ali, Sutrisno menyatakan, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan dari Camat Pasie Raja bahwa terkait proses pembebasan lahan tersebut telah dikembalikan kepada pihak kabupaten sehingga sekarang ini tidak ditangani lagi oleh pihak kecamatan.
 
Sutrisno menyebutkan, sesuai master plan peningkatan pembangunan Bandara T Cut Ali yang telah dibuat oleh Kementerian Perhubungan, landasan pacu (run way) rencananya akan dilakukan perpanjangan menjadi 1.650 meter dengan lebar 30 meter dari sebelumnya hanya sepanjang 1.180 meter.  Sedangkan terminal akan diperlebar menjadi 1.000 meter dari sebelumnya hanya 130 meter.[Hendri Z]

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Written by Redaksi

Redaksi Teropong Aceh. Email: redaksi@teropongaceh.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *